Liputan6.com, Jakarta - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta mengungkapkan biaya satu kali penerbangan dalam operasi modifikasi cuaca (OMC) di wilayah ibu kota mencapai Rp 120 juta hingga Rp 140 juta.
“Kalau satu kali sortie (penerbangan) itu sekitar Rp 120 juta sampai Rp 140 juta,” kata Kepala Pelaksana BPBD DKI Jakarta Marulitua Sijabat, dikutip Selasa (27/10/2026).
Advertisement
Marulitua mengatakan, BPBD DKI Jakarta telah mengalokasikan anggaran untuk pelaksanaan OMC selama setahun melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) DKI Jakarta. Namun, ia tidak merinci total anggaran yang disiapkan.
Ia menjelaskan, penggunaan anggaran turut mempertimbangkan efektivitas operasi. Oleh karena itu, jumlah penerbangan setiap hari dapat berbeda, bergantung pada kondisi cuaca yang memungkinkan OMC dilaksanakan.
“Namun, pertimbangan anggaran ini tentu memperhatikan efektivitas,” kata Marulitua.
Sejak Januari 2026, BPBD DKI Jakarta telah melaksanakan sekitar 54 kali penerbangan OMC. Marulitua menjelaskan, jumlah penerbangan dalam sehari bergantung pada kondisi cuaca.
“Misalnya nih, satu hari ini kita butuh hanya satu kali saja melakukan sortie. Sortie itu penerbangan gitu ya,” ungkap dia.
Pertimbangan Lainnya
Selain kondisi cuaca, pelaksanaan OMC juga mempertimbangkan pertumbuhan awan dan arah angin. BPBD DKI Jakarta berkoordinasi dengan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) untuk menentukan waktu pelaksanaan yang tepat agar penyemaian awan dapat mendukung tujuan operasi.
“Kalau pertumbuhan awannya negatif, ya kita enggak akan lakukan modifikasi. Kalau pun arah anginnya juga enggak mengarah ke Jakarta, ya kita juga enggak akan lakukan OMC,” ungkap Marulitua.
Ia menegaskan, OMC yang dilakukan BPBD DKI Jakarta bertujuan membantu memicu hujan sekaligus mengurangi polusi udara di ibu kota. Dalam operasi tersebut, bahan semai yang digunakan adalah natrium klorida (NaCl).