Puan Minta Pemerintah Jamin Masa Depan Atlet Para Games

Penghargaan kepada atlet Para Games harus mencerminkan kualitas pencapaian dan kontribusinya bagi bangsa.

oleh SupriatinDiterbitkan 27 Oktober 2026, 12:05 WIB
Ketua DPR Puan Maharani (Istimewa)

Liputan6.com, Jakarta - Ketua DPR Puan Maharani menyampaikan selamat dan penghargaan kepada kontingen Indonesia dalam ajang Asian Para Games Aichi-Nagoya 2026. Tim garuda menutup perjuangan di Asian Para Games 2026 dengan capaian membanggakan.

“Tentunya kita merasa sangat bangga atas prestasi Tim Garuda yang berhasil membawa pulang banyak medali, termask raihan 15 medali emas pada Asian Para Games 2026,” kata Puan Maharani, Selasa (27/10/2026).

Seperti diketahui, Asian Para Games Aichi-Nagoya 2026 di Jepang telah resmi berakhir dan Kontingen Indonesia mengakhiri kompetisi di peringkat kedelapan dengan total raihan 73 medali terdiri dari 15 medali emas, 21 perak, dan 37 perunggu.

Puan pun mengapresiasi keberhasilan Tim Garuda yang melampui target dua kali lipat medali emas dengan target awal yaitu tujuh emas.

“Keberhasilan melampaui target tersebut menghadirkan kebanggaan sekaligus inspirasi bagi generasi muda Indonesia, khususnya bagi anak-anak dan pemuda penyandang disabilitas, untuk mengembangkan diri dan mengejar prestasi tanpa ragu,” tuturnya.

Pada Pesta Olah Raga Difabel Asia itu, cabor Para atletik menjadi lumbung medali terbesar bagi Indonesia dengan koleksi 22 medali, yang terdiri atas tiga emas, delapan perak, dan 11 perunggu. Kemudian disusul cabor Para bulu tangkis dengan tiga emas, tiga perak, dan enam perunggu.

Cabor Para renang menjadi lumbung medali ketiga bagi Kontingen Indonesia di Asian Para Games 2026 dengan raihan total sembilan medali yang terbagi atas tiga emas, empat perak, dan dua perunggu. Bahkan satu emas lahir dari kejutan perenang debutan berusia 17 tahun bernama Abdil Majid Rahman di nomor 100 meter gaya dada putra SB7.

Cabor lain dengan emas untuk Indonesia didapat pula dari tenis meja, balap sepeda, dan boccia yang mencatatkan efisiensi paling sempurna dengan total empat medali yang semuanya berwujud emas.

Terkait hal ini, Puan menyinggung mengenai keistimewaan Asian Para Games sebagai arena yang mempertemukan atlet penyandang disabilitas dalam kompetisi tingkat Asia dengan standar pertandingan dan persaingan prestasi yang tinggi.

Menurutnya, pencapaian atlet Indonesia di Asian Para Games lahir dari penguasaan teknik, strategi, disiplin latihan, serta kesiapan menghadapi tekanan pertandingan.

“Para atlet penyandang disabilitas ini menunjukkan extraordinary ability, kemampuan luar biasa yang mereka bangun melalui keahlian, disiplin, dan ketekunan,” ungkap Puan.

“Prestasi mereka menginspirasi kita bahwa tidak ada pencapaian yang tidak dapat diraih hanya karena adanya keterbatasan fisik,” lanjut perempuan pertama yang menjabat sebagai Ketua DPR RI itu.

Sekalipun memiliki kondisi fisik yang spesial, atlet Para Games disebut telah membuktikan bahwa ketekunan dan kedisplinan mampu membuahkan prestasi besar.

“Ketekunan mereka menginspirasi generasi muda Indonesia tentang keberanian menetapkan tujuan, menjalani proses, dan menerjang segala tantangan untuk mencapai prestasi yang membanggakan,” ujar Puan.

“Para atlet Indonesia di Asian Para Games mengajak kita melihat peluang yang lebih luas tanpa batas, melampuai yang dapat dibayangkan. Pesan ini untuk seluruh generasi Indonesia, yakni kenali kekuatan diri, tekuni pilihan, dan berani mengambil langkah besar,” sambungnya.

Atlet Para Games Perlu Terus Didukung

Puan pun menilai, pengabdian tersebut perlu dijawab Pemerintah melalui perhatian, dukungan, dan apresiasi yang layak. Menurutnya, penghargaan kepada atlet Para Games harus mencerminkan kualitas pencapaian dan kontribusinya bagi bangsa, dengan menjunjung kesetaraan penghormatan dalam olahraga nasional.

“Para atlet telah memberikan kemampuan terbaiknya untuk Indonesia. Pemerintah perlu memastikan penghargaan terlaksana dengan baik dan dukungan tetap hadir ketika mereka melanjutkan pendidikan, mengembangkan karier, atau menyiapkan masa depan setelah bertanding,” papar Puan.

Ketua Komite Pengarah Asian Para Games 2018 ini juga mendorong Pemerintah mendengar kebutuhan atlet secara langsung. Apalagi biasanya, kata Puan, setiap atlet memiliki keadaan dan rencana yang berbeda.

“Perhatian yang sesuai akan membantu mereka mengambil keputusan dengan lebih pasti, sekaligus menjaga kesempatan untuk terus berkontribusi bagi olahraga dan masyarakat,” jelas mantan Menko PMK itu.

Puan berpandangan, kesinambungan dukungan Negara juga membawa pesan penting bagi generasi muda. Karena ketika pengabdian atlet dihargai secara konsisten, anak-anak Indonesia dinilai memiliki alasan yang lebih kuat untuk menekuni kemampuan dan memandang masa depannya dengan percaya diri.

“Inspirasi akan semakin kuat ketika masyarakat melihat bahwa kerja keras memperoleh penghargaan dan kesempatan untuk berkembang. Dukungan kepada para atlet menjadi bagian dari cara kita menumbuhkan keyakinan generasi berikutnya,” sebut Puan.

Puan pun menyampaikan terima kasih kepada seluruh atlet, pelatih, dan tim pendukung Kontingen Indonesia di Asian Para Games 2026 yang telah berjuang hingga memperoleh capaian luar biasa.

“Terima kasih kepada atlet, pelatih, dan seluruh personel Kontingen Indonesia yang telah mengharumkan nama bangsa di Asian Para Games 2026, termasuk dukungan dari keluarga dan support masyarakat,” ucap cucu Bung Karno tersebut.

“Kita perlu menjaga kebanggaan ini melalui komitmen yang dapat diandalkan para atlet, sekaligus membuka kesempatan agar semakin banyak anak bangsa menemukan keunggulan dan memberi kontribusi dengan caranya sendiri,” tutup Puan.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya