Liputan6.com, Jakarta - Menjalankan roda usaha sekaligus mendampingi tumbuh kembang anak bukanlah perkara mudah. Bagi sebagian besar perempuan pelaku UMKM, ruang pelatihan bisnis sering kali sulit diakses karena terbentur urusan domestik dan kesehatan diri yang terbengkalai.
Berangkat dari realita tersebut, PT Permodalan Nasional Madani (Persero) menggelar program Pengembangan Kapasitas Usaha (PKU) Akbar bertema 'Budaya Lestari, Usaha Berseri' di Pontianak, Kalimantan Barat. Pendekatan yang dihadirkan tak sekadar materi kelas, melainkan fasilitas konkret yang menyentuh kebutuhan dasar para ibu pengusaha.
Advertisement
Kehadiran mini daycare atau area bermain anak di lokasi acara menjadi penolong utama. Para nasabah dapat menyerap ilmu bisnis dengan tenang tanpa perlu khawatir memikirkan buah hati mereka. Selain itu, jaminan kesehatan para ibu juga diperhatikan melalui layanan pemeriksaan gratis di tempat.
"Kalau ada kegiatan seperti ini, sebagai ibu saya biasanya harus memikirkan anak juga. Jadi, ketika ada tempat untuk anak bermain, saya bisa mengikuti kegiatan dengan lebih tenang. Saya juga bisa sekalian memeriksakan kesehatan. Buat saya, ini membantu karena kebutuhan saya sebagai ibu dan sebagai pengusaha sama-sama diperhatikan," ujar salah satu nasabah PNM dalam keterangan tertulis, Selasa (27/10/2026).
Tak hanya ruang aman bagi keluarga, peningkatan kapasitas bisnis dipertajam lewat sesi coaching clinic. Di sini, para pelaku usaha mikro belajar strategi pengelolaan usaha, saling berbagi pengalaman, serta merancang langkah agar bisnis terus membesar.
Sesuai dengan temanya, ajakan menjaga bumi juga disisipkan lewat edukasi pengelolaan sampah hingga aksi nyata menukarkan sampah dengan bibit tanaman. Kemeriahan acara makin terasa lewat pameran produk unggulan dan Pojok UMKM yang memajang ragam produk khas Pontianak ke khalayak luas.
Curi Perhatian Menteri UMKM
Langkah dan ketekunan para perempuan ini mendapat perhatian langsung dari Menteri Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah Republik Indonesia, Maman Abdurrahman.
"Ibu-ibu nasabah Mekaar menunjukkan semangat dan ketekunan dalam menjalankan usahanya. Banyak di antara mereka yang telah bertahun-tahun menjadi bagian dari Mekaar. Semangat ini perlu terus dijaga dan didukung agar usaha yang dijalankan semakin berkembang dan memberikan manfaat bagi keluarga," ujar Maman Abdurrahman.
Sementara itu, Direktur Utama PT Permodalan Nasional Madani (Persero), Kindaris, menekankan pentingnya mengolah kekayaan lokal menjadi kekuatan ekonomi.
"Kalimantan Barat memiliki kekayaan budaya dan potensi lokal yang dapat dikembangkan menjadi peluang usaha. Kami berharap para nasabah dapat terus berinovasi, mengangkat keunikan daerahnya, dan menjadikan potensi tersebut sebagai sumber nilai tambah bagi keluarga," ujar Kindaris.
Lewat integrasi antara pembiayaan, pelatihan bisnis, aksi lingkungan, dan perhatian pada kesejahteraan keluarga, langkah ini diharapkan mampu membentuk ekosistem usaha perempuan yang tangguh dan berdampak luas bagi masyarakat.