Bukan Lagi Bentuk Padat, Ini Modus Baru Penyelundupan Emas Ilegal

Pelaku penyelundupan menggunakan beragam cara untuk menyembunyikan emas.

oleh Uliyanti MayhaniDiterbitkan 26 Oktober 2026, 18:53 WIB
Bea Cukai Selamatkan Potensi Penerimaan Rp8,5 Miliar dari Ekspor Emas Ilegal

Liputan6.com, Jakarta - Direktorat Jenderal Bea dan Cukai mengungkap perubahan modus penyelundupan emas ke luar negeri. Emas yang diselundupkan penumpang kini tidak hanya berbentuk padat, tetapi juga ditemukan dalam bentuk serbuk hingga cairan.

Direktur Penindakan dan Penyidikan Bea Cukai Priyono Triatmojo mengatakan, pelaku menggunakan beragam cara untuk menyembunyikan emas, termasuk dengan memasukkannya ke bagian tubuh tertentu.

“Dan modusnya beragam. Kita lihat modusnya dulu dibawa penumpang concealment, sekarang sudah mulai inserter,” kata Priyono dalam konferensi pers di Jakarta, Senin (26/10/2026).

Menurut Priyono, modus inserter dilakukan dengan memasukkan barang ke bagian tubuh tertentu. Jika beberapa bulan lalu emas yang disembunyikan masih berbentuk padat, belakangan pelaku mulai menggunakan emas berbentuk serbuk.

“Inserter tuh dimasukkan ke dalam bagian tubuh tertentu. Dulu sekira beberapa bulan yang lalu inserter-nya dalam bentuk emas padat, belakangan sudah bergeser emas padat itu jadi serbuk,” ujarnya.

Temuan emas berbentuk serbuk antara lain berasal dari penindakan di Bandara Internasional Yogyakarta serta tiga kasus terakhir di Bandara Soekarno-Hatta.

Selain itu, Bea Cukai pernah menggagalkan penyelundupan cairan yang diberitahukan sebagai chloroauric acid. Priyono mengatakan cairan tersebut dapat diolah menjadi emas dengan penambahan zat tertentu.

 

Direktorat Jenderal Bea dan Cukai mencatat 127 penindakan terkait pengeluaran emas ilegal sepanjang 1 Januari hingga 26 Oktober 2026. (Liputan6/Uliyanti Mahyani)

Tantangan untuk Bea Cukai

Perubahan modus tersebut menambah tantangan pengawasan Bea Cukai. Sebab, penerbangan internasional tersebar di berbagai daerah sehingga pengawasan tidak bisa hanya mengandalkan bandara-bandara utama.

“Tantangan kita itu modusnya makin beragam, caranya makin beragam, dan ini tersebar makin luas. Tidak hanya di pelabuhan utama tadi,” jelas Priyono.

Untuk mengantisipasi penyelundupan, Bea Cukai mengoptimalkan informasi intelijen, analisis risiko, dan pemanfaatan teknologi. Priyono juga menekankan pentingnya koordinasi dengan kepolisian serta otoritas bandara untuk memperkuat pengawasan.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya