Liputan6.com, Jakarta - Stasiun pengisian daya mobil listrik milik BYD menjadi sorotan setelah dua gagang pengisi daya pada fasilitas Megawatt Flash Charger ditemukan terikat rantai besi. Insiden yang viral di media sosial Tiongkok ini memicu spekulasi mengenai dugaan sabotase hingga persaingan bisnis antaroperator jaringan pengisian daya kendaraan listrik (electric vehicle/EV).
Dikutip dari CarNewsChina, Selasa (27/10/2026), gambar yang beredar memperlihatkan dua gagang pengisi daya yang dirantai menjadi satu. Kondisi tersebut membuat fasilitas pengisian daya tidak dapat digunakan sebagaimana mestinya oleh pemilik kendaraan listrik.
Advertisement
Jika pengemudi mencoba menggunakan salah satu steker secara paksa, steker lainnya berpotensi membentur bodi kendaraan dan menyebabkan kerusakan. Dengan demikian, aksi tersebut tidak hanya mengganggu operasional stasiun pengisian daya, tetapi juga berisiko menimbulkan kerugian bagi pengguna EV.
Menariknya, meski kedua gagang pengisi daya terkunci rantai besi, indikator lampu pada perangkat masih menyala hijau. Layar sistem juga terlihat beroperasi dengan normal. Kondisi ini mengindikasikan bahwa gangguan yang terlihat pada fasilitas tersebut kemungkinan berkaitan dengan akses fisik, bukan kerusakan sistem pengisian daya.
BYD sendiri belum memberikan tanggapan resmi mengenai insiden spesifik tersebut. Belum ada pula pihak yang mengaku bertanggung jawab atas tindakan tersebut.
Viralnya insiden ini memunculkan berbagai dugaan di kalangan warganet Tiongkok. Sebagian pengguna media sosial menuding produsen mobil pesaing sebagai pihak yang mungkin berada di balik aksi tersebut. Namun, dugaan itu belum didukung bukti yang terkonfirmasi.
Skenario lain yang dinilai lebih mungkin oleh sebagian pihak adalah keterlibatan operator stasiun pengisian daya lokal berskala kecil yang merasa tertekan oleh ekspansi jaringan pengisian cepat BYD. Meski demikian, dugaan tersebut juga belum dapat dipastikan.
Persaingan bisnis di sektor pengisian daya kendaraan listrik Tiongkok memang berlangsung di tengah pertumbuhan ekosistem EV yang pesat. Sebagian besar stasiun pengisian daya beroperasi melalui sistem waralaba, dengan margin keuntungan pengisian arus searah (direct current/DC) yang relatif tipis, berkisar 1 hingga 1,5 yuan per kWh.
Kehadiran BYD Megawatt Flash Charger, yang menawarkan pengisian daya berdaya tinggi dengan pengalaman penggunaan yang praktis, berpotensi menambah tekanan kompetitif bagi operator independen.
Namun, belum ada bukti yang memastikan bahwa aksi perantaian steker tersebut dilakukan oleh operator pesaing. Karena itu, motif di balik insiden ini masih belum diketahui.
Insiden steker yang dirantai besi menambah daftar kasus penyalahgunaan fasilitas pengisian daya BYD. Pada awal bulan yang sama, laporan lain menyebutkan adanya anak-anak yang menggunakan kabel pengisi daya BYD sebagai ayunan.
Peristiwa tersebut menyoroti tantangan dalam menjaga keamanan fasilitas pengisian daya kendaraan listrik yang digunakan bersama oleh masyarakat. Selain potensi kerusakan perangkat, penyalahgunaan fasilitas juga dapat menghambat pengguna lain yang membutuhkan pengisian daya.
Seiring bertambahnya jumlah kendaraan listrik, ketersediaan stasiun pengisian daya yang aman dan mudah diakses menjadi salah satu faktor penting dalam mendukung kenyamanan pengguna.
Bagi operator, pengawasan terhadap fasilitas publik tidak hanya diperlukan untuk menjaga perangkat tetap berfungsi, tetapi juga untuk memastikan setiap pengguna dapat mengakses layanan sesuai peruntukannya.
BYD Perketat Pengawasan Jaringan Flash Charging
Menanggapi persoalan keamanan dan penyalahgunaan fasilitas, BYD menyatakan komitmennya untuk menindak tegas pelanggaran serta meningkatkan sistem pengelolaan jaringan Flash Charging.
Melalui unggahan tanya jawab di platform WeChat, BYD juga menegaskan upayanya untuk mencegah kendaraan bermesin pembakaran internal (internal combustion engine/ICE) menempati area parkir yang dikhususkan bagi kendaraan listrik saat mengisi daya.
Praktik tersebut dikenal dengan istilah ICEing, yakni kondisi ketika kendaraan bermesin pembakaran internal menggunakan atau menghalangi tempat pengisian daya yang seharusnya tersedia bagi kendaraan listrik.
BYD turut mengimbau masyarakat untuk memanfaatkan aplikasi resmi Polisi Lalu Lintas 12123 guna melaporkan kendaraan yang parkir sembarangan agar dapat ditindak sesuai ketentuan oleh pihak berwenang.
Langkah tersebut diharapkan dapat membantu menjaga akses ke stasiun pengisian daya, sekaligus mengurangi gangguan yang dialami pemilik kendaraan listrik ketika membutuhkan fasilitas pengisian.
Kasus perantaian steker dan penyalahgunaan kabel pengisi daya memperlihatkan bahwa perkembangan industri kendaraan listrik tidak hanya membutuhkan teknologi pengisian yang semakin cepat, tetapi juga pengelolaan infrastruktur yang aman.
Bagi BYD, ekspansi jaringan Megawatt Flash Charger perlu diimbangi dengan pengawasan fasilitas, perlindungan perangkat, serta penegakan aturan penggunaan area pengisian daya.
Sementara itu, bagi operator independen, persaingan bisnis menjadi tantangan tersendiri di tengah bertambahnya pilihan layanan pengisian cepat.
Persaingan tersebut idealnya berlangsung melalui peningkatan kualitas layanan dan efisiensi operasional, bukan tindakan yang merugikan pengguna.
Belum diketahui siapa yang bertanggung jawab atas insiden steker BYD yang dirantai besi tersebut. Namun, kejadian ini menjadi pengingat bahwa keamanan fasilitas pengisian daya merupakan bagian penting dari upaya membangun ekosistem kendaraan listrik yang andal dan nyaman bagi masyarakat.