Liputan6.com, Jakarta - PT Timah (Persero) Tbk (TINS) mengungkapkan rencana pembelian kembali atau buyback saham masih tahap pertimbangan awal. Rencana buyback saham ini dengan melihat kondisi industri pertambangan dan pasar modal.
"Setiap opsi strategis perlu mempertimbangkan kebutuhan operasional, rencana pengembangan usaha, kondisi keuangan perseroan secara menyeluruh, serta ketentuan perundang-undangan yang berlaku," tutur Sekretaris Perusahaan PT Timah Tbk, Ruddy Nursalam, mengutip Antara, Minggu, (25/10/2026).
Advertisement
Ruddy menuturkan, keputusan yang diambil Perseroan dipastikan tetap sejalan dengan prioritas bisnis, komitmen pada kepentingan nasional dan mengedepankan prinsip kehati-hatian.
Ruddy menuturkan, sebagai entitas pengelola komoditas strategis negara, kegiatan usaha PT Timah Tbk dipengaruhi oleh dinamika harga timah global, kondisi pasokan dan permintaan, serta perkembangan industri pertambangan secara umum.
Dia menuturkan, saat ini emiten pertambangan timah BUMN itu fokus memperkuat fundamental bisnis melalui pembenahan dan penegakan tata kelola pertimahan nasional yang baik, optimalisasi produksi, penetrasi pasar, serta efisiensi keuangan secara konsisten.
Manajemen menegaskan rencana aksi korporasi pembelian kembali saham saat ini masih berada pada tahap pertimbangan awal.
Perseroan masih mencermati berbagai aspek utama, seperti kondisi keuangan,kecukupan permodalan, kebutuhan pendanaan pengembangan usaha, hingga regulasi yang berlaku.
Oleh karena itu, perusahaan menyatakan bahwa penetapan besaran alokasi dana, target harga pembelian, maupun jadwal waktu pelaksanaan buyback belum difinalisasi dan masih dalam proses kajian mendalam.
PT Timah memastikan akan senantiasa mengedepankan prinsip tata kelola yang transparan dan akuntabel.
“Perkembangan lebih lanjut terkait kepastian eksekusi opsi buyback ini akan disampaikan kepada publik, pemegang saham, dan pemangku kepentingan sesuai dengan ketentuan keterbukaan informasi di pasar modal,” demikian disebutkan dalam pernyataan PT Timah Tbk.
Emiten TINS Incar Timur Tengah Perluas Pasar Ekspor 2027
Sebelumnya, PT Timah Tbk (TINS) menargetkan Timur Tengah untuk memperluas pasar ekspor pada 2027. Rencana pengembangan pasar ekspor ke Timur Tengah sempat tertunda pada 2026.
Hal itu disampaikan Direktur Produksi dan Komersial PT Timah Ilhamsyah Mahendra seperti dikutip dari Antara, Minggu (13/9/2026).
"Dan tentu Middle East menjadi pasar, target kita di tahun depan 2027,” tutur Ilhamsyah dikutip dari Antara.
Selain Timur Tengah, perseroan akan melanjutkan pengembangan pasar di sejumlah negara Eropa serta meningkatkan volume penjualan di Inggris, Vietnam, Filipina, dan India.
Strategi perluasan pasar tersebut dilakukan di tengah kondisi konsumsi timah dunia yang masih lebih tinggi dibandingkan produksinya.
PT Timah Tbk terus memperluas pasar global seiring perkembangan permintaan timah di sejumlah negara.
“Untuk pasar global, untuk informasi tahun 2026 ini PT Timah sudah melakukan perluasan,” tutur Ilhamsyah.
Ilhamsyah mengatakan, Filipina menjadi salah satu pasar baru perseroan di kawasan Asia. Sedangkan perluasan pasar ke Inggris menyasar pelanggan di Southampton.
Tingkatkan Porsi Penjualan ke India
PT Timah mencatat peningkatan porsi penjualan di sejumlah pasar yang telah ada, terutama India.
“Utamanya India yang signifikan, yang tadinya kontribusi market share India untuk pasar PT Timah hanya 5 persen, tahun ini tumbuh 12 persen,” ujar Ilhamsyah.
Menurut dia, peningkatan porsi pasar India antara lain sejalan dengan berkembangnya industri telepon seluler dan semikonduktor di negara tersebut. Perseroan juga mencatat pertumbuhan volume penjualan di Vietnam.
Berdasarkan laporan penjualan internal PT Timah periode Januari-Juni 2026, sebanyak 97 persen pemasaran logam timah perseroan ditujukan ke pasar ekspor, sedangkan pasar domestik memiliki porsi 3 persen.
Asia menjadi kawasan pemasaran terbesar dengan porsi 75%. China menyumbang 35%, disusul India dan Jepang masing-masing 12%, Korea Selatan 11%, Taiwan 3%, serta Filipina dan Vietnam masing-masing 1%.