Kadin Ingatkan Peran Vital UMKM: Tulang Punggung Ekonomi Sejak Krisis 1998

Kadin Indonesia mendorong penguatan UMKM lewat dukungan pendanaan, pemanfaatan teknologi, dan perluasan akses pasar demi menjaga ketahanan ekonomi nasional.

oleh Immanuel ChristianDiterbitkan 22 Oktober 2026, 17:00 WIB
Ketua Umum Kadin Indonesia Anindya Bakrie dan pengurus Kadin lainnya dalam konferensi pers Rapimnas Kadin 2026 di Menara Kadin, Jakarta, Kamis (22/10/2026). (Liputan6.com/Tian)

Liputan6.com, Jakarta - Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia menilai usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) membutuhkan dukungan lebih besar untuk menghadapi disrupsi teknologi dan memperluas akses pasar. Penguatan sektor ini menjadi salah satu prioritas Kadin dalam menjaga ketahanan ekonomi sekaligus mendorong pertumbuhan nasional.

Ketua Umum Kadin Indonesia Anindya Bakrie mengatakan, UMKM memiliki peran yang sangat krusial bagi perekonomian Indonesia. Hal tersebut telah terbukti saat Indonesia menghadapi krisis ekonomi pada 1998, di mana sektor UMKM menjadi penopang utama pemulihan ekonomi nasional.

"Waktu 1998, kenapa kita bisa balik, karena UMKM itu benar-benar menjadi tulang punggung," ujar Anindya dalam konferensi pers Rapimnas Kadin 2026 di Menara Kadin, Jakarta, Kamis (22/10/2026).

Anindya menilai tantangan yang dihadapi UMKM saat ini semakin kompleks seiring pesatnya perkembangan teknologi. Para pelaku usaha tidak hanya dituntut mempertahankan bisnisnya, tetapi juga harus beradaptasi dengan perubahan pola produksi, pemasaran, serta ketatnya persaingan pasar.

Oleh karena itu, UMKM memerlukan suntikan pendanaan dan kemudahan akses pasar agar mampu mengikuti arus perubahan. Dukungan adopsi teknologi juga dinilai mendesak supaya pelaku usaha dapat meningkatkan kapasitas bisnis dan memperluas jangkauan penjualan.

"Pada saat ini, UMKM butuh pertolongan besar dari kita. Karena adanya disrupsi teknologi, mereka membutuhkan pendanaan, akses pasar, dan lain-lain," tegasnya.

 

Kebijakan Pro-Bisnis

Ketua Umum Kadin Indonesia Anindya Bakrie dan pengurus Kadin lainnya dalam konferensi pers Rapimnas Kadin 2026 di Menara Kadin, Jakarta, Kamis (22/10/2026). (Liputan6.com/Tian)

Ia menambahkan, penguatan UMKM harus menjadi bagian integral dari upaya menjaga fundamental ekonomi Indonesia. Selain mendorong dunia usaha meningkatkan daya saing, Kadin turut meminta pemerintah menghadirkan kebijakan yang pro-bisnis serta mampu menjaga tingkat konsumsi domestik.

Sebab, konsumsi dalam negeri tetap menjadi pilar utama pertumbuhan ekonomi nasional. Keberlangsungan UMKM perlu terus dijaga agar para pelaku usaha tetap produktif, mampu mempertahankan pangsa pasar, dan terus berkembang.

Di sisi lain, Kadin mendorong peningkatan ekspor dan investasi sebagai agenda utama Rapimnas Kadin 2026 yang dijadwalkan berlangsung pada 29–30 Oktober 2026. Penguatan UMKM diharapkan berjalan selaras dengan upaya memperluas pasar produk lokal ke mancanegara, termasuk melalui peningkatan penggunaan tingkat komponen dalam negeri (TKDN).

Kadin berharap aspirasi dari pelaku usaha di daerah dapat menjadi bahan penyusunan rekomendasi strategis dalam Rapimnas mendatang. Dengan sokongan pendanaan, teknologi, dan akses pasar yang memadai, UMKM diyakini mampu menghadapi ketidakpastian ekonomi sekaligus berkontribusi lebih besar bagi Indonesia.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya