Liputan6.com, Jakarta - Michael Carrick membalas komentar pedas Bruno Fernandes setelah Manchester United dipermalukan oleh tim Liga Italia, Como 1907. Pada laga lanjutan Liga Champions, Rabu (21/10/2026) malam, Setan Merah mesti tunduk dengan skor telak 1-4.
"Terlepas dari sistem apa pun yang Anda mainkan atau taktik apa pun yang Anda terapkan, jika Anda tidak berlari, baik itu berlari ke depan maupun berlari kembali ke belakang, Anda tidak akan menang," sebut Carrick pasca laga.
Advertisement
Sebelumnya, sang juru taktik menerima pertanyaan sensitif dari sang kapten mengenai sistem yang digunakan dalam permainan The Red Devils. Bagi Bruno, keputusan pola permainan yang diminta oleh tim kepelatihan sangat berpengaruh terhadap hasil yang didapat dari Como.
Melalui hasil buruk ini, situasi Michael Carrick sebagai pelatih Setan Merah sudah di ujung tanduk. Manajemen MU dikabarkan mempercepat proses pencarian nama baru yang siap menggantikan tahta sang legenda di kursi kepelatihan sesegera mungkin.
Bukan hanya membalas kritik dari Bruno Fernandes, Michael Carrick juga menyampaikan permohonan maaf kepada para penggemar. Ia mengakui bahwa kekalahan atas Como sepenuhnya menjadi tanggung jawabnya dan berjanji akan memberikan yang terbaik di laga berikutnya.
Minta Pemain Belajar Tanggung Jawab
Setelah mengalami rentetan inkonsistensi sepanjang musim 2026/2027, sejumlah pemain diyakini sudah tidak berada dalam pihak yang mendukung Michael Carrick. Mengetahui situasi tersebut, sang pelatih mengaku tak begitu peduli dan hanya ingin para pemainnya memiliki rasa tanggung jawab.
"Seharusnya bukan saya (yang dihormati). Ini bukan soal bermain untuk diri saya sendiri, melainkan soal bermain untuk klub sepak bola ini. Ada tanggung jawab yang menyertainya," jelas Carrick.
"Dalam hubungan ini, bukan soal diri saya. Ini soal apa yang kita semua berikan, para pemain maupun staf, untuk klub sepak bola ini," lanjutnya.
Akui Kesalahan Keputusan Taktiknya
Setan Merah sebenarnya hanya tertinggal satu gol sampai jeda turun minum. Memasuki babak kedua, perubahan taktik yang dilakukan Michael Carrick justru memperburuk permainan tim hingga sempat tertinggal 4 gol tanpa satu pun balasan.
"Sebenarnya, kami menerapkan strategi setengah menekan man-to-man di babak kedua dan akhirnya kebobolan gol karena strategi itu," tutur sosok berusia 45 tahun.
"Saya berada dalam posisi ini. Saya bertanggung jawab atas klub sepak bola ini dan para pendukungnya. Saya memberikan yang terbaik, benar-benar yang terbaik, setiap saat. Saya sungguh peduli akan hal ini," imbuhnya.
Harus Segera Lupakan Kekalahan
Hasil buruk saat bertandang ke Giuseppe Sinigaglia tak boleh memengaruhi mentalitas skuad Setan Merah saat ini. Musim 2026/2027 yang masih akan berjalan menjadi alasan The Red Devils mesti segera berbenah dan mencari jalan keluar dari lorong kekalahan.
Penantang Setan Merah selanjutnya adalah Bournemouth (25/10) pada partai lanjutan Liga Inggris. Tak sampai seminggu berselang, pasukan Michael Carrick akan bertandang ke London dan menghadapi raksasa Premier League, Chelsea (31/10).