Redam Unjuk Rasa Biaya Hidup, Prancis Amankan Pasokan Solar dari UEA

Presiden Prancis, Emmanuel Macron amankan 295.000 ton pasokan diesel per bulan dari UEA dan Bahrain guna redam gejolak domestik dan mahalnya biaya bahan bakar.

oleh Rachel AuliaDiterbitkan 20 Oktober 2026, 21:30 WIB
Presiden Prancis Emmanuel Macron (AP/Phillipe Wojazer)

Liputan6.com, Jakarta - Presiden Prancis, Emmanuel Macron, berhasil mengamankan tambahan pasokan solar (diesel) sebanyak 200.000 ton per bulan dari Uni Emirat Arab (UEA) dan Bahrain. Kepastian ini disampaikan langsung oleh kantor kepresidenan Prancis (Istana Elysée) pada Selasa (20/10/2026).

Mengutip laporan Le Monde, Selasa (20/10/2026), Istana Elysee merinci bahwa Prancis telah mengantongi komitmen sekitar 100.000 ton solar per bulan dari UEA, sementara tambahan 100.000 ton lainnya didapatkan saat kunjungan diplomasi Macron ke Bahrain.

Jika digabungkan dengan pasokan yang sudah berjalan dari Arab Saudi, total komitmen impor solar yang dikantongi Prancis kini mencapai 295.000 ton per bulan. Jumlah tersebut 10% lebih tinggi dari total kebutuhan konsumsi dalam negeri Prancis.

 

Redam Gejolak Domestik dan Tekan Harga Bahan Bakar

Sejumlah demonstran berdiri di depan sepeda yang terbakar saat aksi menentang kenaikan biaya hidup sekaligus menyuarakan tuntutan mahasiswa di Paris, Prancis, Sabtu (17/10/2026). (AP Photo/Thibault Camus)

Kunjungan Macron ke sejumlah negara produsen energi utama di kawasan Teluk—termasuk UEA, Bahrain, dan Qatar—merupakan langkah strategis Paris untuk menjamin ketersediaan pasokan energi sekaligus menekan lonjakan harga bahan bakar di dalam negeri.

Langkah darurat ini diambil menyusul aksi unjuk rasa warga Prancis akhir pekan lalu yang diwarnai kericuhan akibat melambungnya biaya hidup.

Pasar minyak global sendiri mengalami guncangan hebat dalam 8 bulan terakhir akibat eskalasi konflik antara Amerika Serikat dan Iran. Harga minyak mentah dunia melonjak tajam setelah Iran memblokir Selat Hormuz, yang merupakan jalur lalu lintas utama kapal tanker pembawa minyak dari kawasan Teluk.

Guna mengatasi situasi darurat energi global tersebut, negara-negara anggota G7 yang tahun ini diketuai oleh Prancis, telah sepakat pada awal Oktober untuk melepas hingga 100 juta barel minyak dari cadangan strategis mereka.

 

Dukungan Kuwait dan Pengalihan Rute Aman

Selain dukungan dari UEA dan Bahrain, Kuwait juga berkomitmen memasok solar dan minyak tanah untuk dua wilayah teritorial Prancis di Samudra Hindia, yakni Mayotte dan Réunion. Pengiriman bahan bakar ke wilayah tersebut dialihkan melalui rute Oman untuk menghindari kawasan konflik di Selat Hormuz.

Di samping pengamanan fisik pasokan, pemerintah Prancis tengah bernegosiasi untuk menekan tarif asuransi pelayaran di wilayah konflik tersebut. Penurunan tarif asuransi diharapkan dapat menekan biaya logistik sehingga kapal tanker dapat mengangkut muatan lebih besar dengan ongkos yang lebih efisien.

"Melalui langkah-langkah strategis ini, kami terus memperkuat ketahanan energi nasional lewat komitmen jangka panjang bersama para mitra internasional," tegas pernyataan resmi Istana Elysee.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya