Liputan6.com, Jakarta - Bursa Efek Indonesia (BEI) akan mengeluarkan seluruh saham yang memiliki konsentrasi kepemilikan tinggi (high shareholding concentration/HSC) dari perhitungan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG). Langkah ini diambil guna mencerminkan pergerakan indeks yang lebih wajar dan riil.
Otoritas bursa menegaskan bahwa kebijakan ini bukan merupakan tindakan penghapusan pencatatan saham (delisting), sehingga para pemegang saham maupun calon investor tetap dapat melangsungkan transaksi jual-beli seperti biasa.
Advertisement
“Bukan delisting, tetapi tidak dimasukkan di dalam perhitungan IHSG,” ujar Direktur Utama BEI, Jeffrey Hendrik, dalam konferensi pers di Gedung BEI, Jakarta, Senin (19/10/2026).
Jeffrey menjelaskan, saham-saham yang masuk dalam kategori HSC memiliki potensi risiko volatilitas yang dapat memengaruhi kewajaran gambaran pergerakan IHSG secara keseluruhan.
Saat ini, saham-saham dalam kategori HSC memiliki bobot sekitar 18 persen dari total kapitalisasi pasar, atau setara dengan pengaruh sekitar 900 poin terhadap nilai IHSG yang kini berada di posisi 4.996,61.
“Untuk memberikan gambaran yang lebih wajar dari IHSG, kami akan mengeluarkan seluruh saham dalam kategori HSC dari perhitungan IHSG,” kata Jeffrey.
Sebelum mengambil keputusan ini, BEI sebenarnya telah lebih dulu mendepak saham-saham bertipikal HSC dari sejumlah indeks acuan unggulan, seperti IDX30, LQ45, dan IDX80. Kebijakan terbaru ini secara resmi memperluas jangkauan pembatasan tersebut hingga ke porsi perhitungan IHSG.
Tidak Ada Sanksi Tambahan
Jeffrey menegaskan bahwa BEI tidak memberikan sanksi tambahan kepada emiten yang sahamnya masuk dalam daftar HSC. Saham-saham tersebut tetap dapat ditransaksikan di papan perdagangan dan memiliki peluang untuk kembali dihitung dalam konstituen IHSG apabila porsi kepemilikannya tak lagi berkonsentrasi tinggi.
Di sisi lain, BEI terus melanjutkan proses diskusi strategis bersama Morgan Stanley Capital International (MSCI), penyedia indeks global lainnya, serta para investor internasional.
Kendati demikian, Jeffrey masih enggan membeberkan perincian maupun hasil dari pertemuan yang berlangsung pada Senin sore tersebut demi menghormati kesepakatan kerahasiaan bersama.