Liputan6.com, Jakarta - Gubernur Sulawesi Tengah (Sulteng) Anwar Hafid meminta aparatur sipil negara (ASN) mengubah paradigma dalam menjalankan pemerintahan, dari berorientasi pada kekuasaan menjadi pelayanan kepada masyarakat. Dia menegaskan, jabatan dan kewenangan merupakan amanah yang harus dijalankan untuk kepentingan publik.
Pesan tersebut disampaikan Anwar saat memimpin pengambilan sumpah/janji 442 Pegawai Negeri Sipil (PNS) di halaman parkir Kantor Gubernur Sulawesi Tengah, Palu, Selasa (13/10/2026).
Advertisement
“Paradigma pemerintahan kita sekarang mau geser dari penguasa menjadi pelayan,” kata Anwar Hafid.
Menurut Anwar, perubahan paradigma tersebut harus diikuti dengan pembenahan sistem birokrasi yang mengutamakan kemampuan, kompetensi, dan prestasi. Dia menegaskan, pengembangan karier ASN semestinya didasarkan pada kapasitas dan kinerja, bukan kedekatan personal.
“Kita ini pelayan, namanya pelayan ada di ciri-ciri birokrat itu satu, dia besar karena meritokrasi bukan patronasi. Dia besar karena kemampuannya, bukan kedekatannya,” ujarnya.
Anwar menilai, meritokrasi menjadi prinsip penting untuk membangun birokrasi yang profesional dan objektif. Melalui prinsip tersebut, ASN diharapkan memiliki kesempatan mengembangkan karier berdasarkan kemampuan dan prestasi dalam menjalankan tugas.
Sebaliknya, patronasi yang mengutamakan kedekatan pribadi berisiko mengesampingkan kompetensi dalam penempatan jabatan dan pengembangan karier aparatur. Karena itu, Anwar mendorong penerapan sistem yang menempatkan kemampuan sebagai dasar dalam pengelolaan ASN.
Sesuaikan Gaya Hidup dengan Kemampuan
Selain menekankan profesionalisme, Anwar mengingatkan para PNS yang baru memulai karier agar menyesuaikan gaya hidup dengan posisi dan kemampuan finansial mereka. Menurut dia, gaya hidup yang tidak sebanding dengan kondisi penghasilan dapat menjadi beban bagi diri sendiri.
"Itu yang harus ada dalam hati kalian. Kalau kita baru pegawai negeri, kalau kita masih pns berlakulah seperti kalian pns ini berkaitan dengan gaya hidup. Ada orang baru golongan III staf tapi gaya hidupnya seperti eselon II. Karena yang bikin susah manusia itu gaya hidupnya," ucapnya.
Pengambilan sumpah/janji 442 PNS tersebut menjadi momentum bagi para aparatur untuk memperkuat komitmen dalam menjalankan tugas sebagai pelayan publik.
Anwar berharap para PNS menjaga integritas, meningkatkan kompetensi, dan mengutamakan kepentingan masyarakat dalam menjalankan tanggung jawabnya.