Liputan6.com, Jakarta - Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Kristomei Sianturi merespons soal operasi tangkap tangan (OTT) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di BNPB beberapa hari lalu. Kristomei menegaskan dirinya akan melakukan aksi bersih-bersih di BNPB dari praktik korupsi.
"Betul. Tentu saja. Saya tadi sudah bilang akan melakukan konsolidasi internal," kata Kristomei usai dilantik Presiden Prabowo Subianto menjadi Kepala BNPB di Istana Negara Jakarta, Kamis (15/10/2026).
Advertisement
Dia akan melakukan konsolidasi terlebih dahulu. Namun, Kristomei berjanji pejabat BNPB yang terlibat korupsi akan dicopot.
"Nanti kita lihat. Kalau memang harus diganti karena ada proses hukum, ya memang harus kita ganti," jelasnya.
Kristomei menyerahkan kepada KPK terkait proses hukum pejabat BNPB yang melakukan praktik korupsi. Dia tak akan melakukan intervensi hukum.
"Kami serahkan sepenuhnya kepada aparat penegak hukum untuk memprosesnya. Tidak ada intervensi dari BNPB. Silakan aparat penegak hukum memproses sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku," tutur Kristomei.
Kristomei Sianturi Resmi Jadi Kepala BNPB
Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto resmi melantik Mayjen TNI Kristomei Sianturi sebagai Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menggantikan Letjen TNI Suharyanto di Istana Negara, Jakarta, Kamis (15/10/2026).
Pelantikan dilakukan berdasarkan 113 P Tahun 2026 Keputusan Presiden (Keppres) tentang Pemberhentian dan Pengangkatan Kepala BNPB.
"Mengangkat Kristomei Sianturi menjadi Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana," bunyi Keppres yang dibacakan.
Prabowo lantas membimbing Kristomei mengucapkan sumpah jabatan. Kristomei berjanji akan menjalankan tugas sebaik-baiknya dan menjunjung tinggi etika jabatan.
"Demi Allah saya bersumpah, bahwa saya akan setia kepada UUD Negara Republik Indonesia Tahun 1945 serta akan menjalankan segala peraturan perundang-perundangan dengan selurus-lurusnya demi darma bakti saya kepada bangsa dan negara," kata Kristomei membacakan sumpah jabatan.
"Bahwa saya dalam menjalankan tugas jabatan akan menjunjung tinggi etika jabatan, bekerja dengan sebaik-baiknya dengan penuh rasa tangung jawab," sambungnya.
Setelah itu, Kristomei menandatangani berita acara pelantikan. Prabowo dan para menteri kabinet lalu memberikan ucapan selamat kepada ketiganya.