IKN Raih Investasi Rp 6,56 Triliun untuk Hunian ASN dan Fasilitas Kota

OIKN raih komitmen investasi Rp 6,56 T untuk bangun hunian ASN dan fasilitas kota. Investor swasta mulai masuk dari kuliner hingga properti.

oleh Idris Rusadi PutraDiterbitkan 15 Oktober 2026, 15:20 WIB
PT Waskita Beton Precast Tbk (WSBP) suplai beton readymix di Ibu Kota Nusantara (IKN) sejak akhir 2023. (Foto: Waskita Beton Precast)

Liputan6.com, Jakarta - Otorita Ibu Kota Nusantara (OIKN) mengantongi komitmen investasi senilai kurang lebih Rp 6,56 triliun. Suntikan dana ini oditujukan untuk membangun hunian Aparatur Sipil Negara (ASN) serta jajaran fasilitas pendukung demi mempercepat terbentuknya ekosistem perkotaan di Nusantara.

"Investasi tersebut mencakup pembangunan delapan menara rumah susun ASN senilai Rp 2,63 triliun serta lima proyek investasi swasta murni senilai Rp 1,11 triliun yang meliputi sektor pangan, mebel, kuliner, olahraga, dan kawasan komersial,” ujar Kepala OIKN Basuki Hadimuljono di Nusantara, Kalimantan Timur, dikutip Antara, Kamis (15/10/2026).

Total komitmen tersebut juga mengikutsertakan proyek pembangunan 109 rumah tapak ASN senilai Rp 2,81 triliun. Kesepakatan ini sebelumnya telah disahkan lewat skema Kerja Sama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU) pada 6 Oktober 2026.

Pembangunan ibu kota baru memang dirancang tidak melulu bergantung pada APBN, melainkan turut mengoptimalkan skema KPBU, investasi swasta, hingga hibah. Kehadiran para investor ini juga diharapkan mampu membuka banyak lapangan kerja baru bagi warga lokal.

Di sektor perumahan, PT Nindya Karya bersama PT Nindya Estate Management bertindak sebagai pemrakarsa pembangunan delapan menara rumah susun ASN di Wilayah Perencanaan 1A Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP) di atas lahan seluas 6,84 hektare.

Proyek 109 Rumah Tapak

Istana Kepresidenan dan gedung-gedung kementerian pemerintah yang sedang dalam tahap pembangunan di Ibu Kota Nusantara (IKN), ibu kota baru Indonesia. (Foto oleh AFP)

Adapun proyek 109 rumah tapak ASN digarap oleh PT Seratus Sembilan Nusantara, yang merupakan badan usaha pelaksana dari PT Intiland Development Tbk, dengan target rampung pada triwulan IV 2028.

Di luar fasilitas hunian, OIKN meneken kerja sama investasi langsung bersama lima perusahaan swasta guna menghadirkan sarana penunjang gaya hidup perkotaan.

Bentuk investasinya beragam, mulai dari PT Berdikari (Persero) yang merencanakan pengembangan bisnis ayam terintegrasi senilai Rp 177 miliar berkapasitas 140 ribu ekor, hingga PT Indonesia Belt Road High Tech Development Park yang mengucurkan Rp 1 triliun untuk proyek Grand Vista Nusantara, sebuah kawasan komersial, apartemen, dan perkantoran.

"Adapun PT Laziz Nusantara Grup akan membangun restoran, gerai gelato, dan gedung serbaguna senilai Rp 10 miliar. PT FYP Karya Perdana mengembangkan fasilitas olahraga dan komersial senilai Rp 20 miliar, sedangkan PT Java Teak Indo menyiapkan ruang pamer mebel khas Jepara dan kantor dengan investasi Rp 1,5 miliar," kata Basuki.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya