Liputan6.com, Jakarta - Uruguay kini menempati posisi teratas peringkat pensiunan oleh Global Citizen Solutions, mendahului pemenang tahun lalu, Portugal. Organisasi asal London yang berfokus pada kewarganegaraan global, visa, dan layanan relokasi di Eropa dan Karibia ini membandingkan 46 program pensiun dan penghasilan pasif berdasarkan kualitas hidup, kebebasan bepergian, jalur ke kewarganegaraan, prosedur pendaftaran, hingga biaya.
Melansir VnExpress, Selasa (13/10/2026), mereka juga menilai faktor lain seperti keamanan, kualitas lingkungan, kewajiban penghasilan, waktu proses, pajak, dan jalur ke hak tinggal permanen hingga kewarganegaraan tetap.
Advertisement
Uruguay adalah negara yang dikenal sebagai salah satu tujuan dengan politik dan ekonomi paling stabil di dunia.
Orang yang mengajukan hak tinggal permanen dapat langsung melakukannya tanpa memiliki status hak tinggal sementara. Meskipun laporan menyebutkan kewajiban pendapatan bulanan sebesar US$ 1.700, atau Rp 17,9 juta (asumsi kurs dolar AS terhadap rupiah di kisaran 17.920) Uruguay tidak menetapkan pendapatan minimal untuk hak tinggal permanen.
Sedangkan, mereka mewajibkan orang yang mengajukan untuk menunjukkan mereka dapat menyokong hidupnya secara finansial.
Negara ini juga memiliki jalur naturalisasi terpendek dalam peringkat tersebut, yakni tiga tahun untuk yang sudah menikah, dan lima tahun untuk yang belum menikah.
Warga negara asing juga diberi akses pada layanan kesehatan umum maupun swasta, seringkali melalui paket layanan kesehatan lokal yang terjangkau.
Dalam peringkat yang sama, Mauritius menempatkan posisi kedua, diikuti Spanyol dan Kosta Rika. Sementara, Portugal bertengger di posisi kelima.
Eropa tetap menjadi kawasan dengan perwakilan terbanyak, dengan enam negara masuk dalam 10 besar, sementara kawasan Asia tidak memiliki perwakilan sama sekali.
Bappenas: Indonesia Cocok Jadi Tempat Tinggal Pensiunan
Sebelumnya, Deputi Bidang Pemberdayaan Masyarakat, Kependudukan, dan Ketenagakerjaan, Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN/Bappenas), Maliki mengatakan bahwa Indonesia adalah tempat yang baik bagi lanjut usia (lansia) dan para pensiunan.
“Indonesia kan hangat ya, cuacanya hangat tidak terlalu panas. Enggak akan dingin juga seperti ada salju dan sebagainya, ini tempat yang cukup baik bagi orang-orang yang sudah pensiun, yang mungkin punya masalah tulang dan sebagainya,” kata Maliki kepada Kesehatan Liputan6.com saat ditemui di Jakarta, Rabu (1/7/2026).
Jika dibangun sebuah area ramah lansia di Indonesia, maka Maliki menilai akan banyak ketertarikan pula dari lansia-lansia mancanegara.
“Kalau kita bangun satu area yang memang ramah lansia, akan banyak ketertarikan juga dari luar (negeri). Misalnya di Florida ada rumah pensiun nah di kita juga bisa bangun juga beberapa area yang seharusnya bisa menjadi seperti itu,” ujar Maliki.
Di Indonesia, tempat serupa ada di Kabupaten Majalengka, Jawa Barat. Di mana ada sebuah daerah yang dihuni para pensiunan.
“Misalnya Kabupaten Majalengka, itu terkenal dengan kabupaten pensiunan karena isinya pensiunan semua. Bisa aja suatu saat kita menciptakan satu daerah yang khusus untuk orang pensiunan semua, why not, suatu saat nanti,” kata anggota komisi VIII Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Hj. Selly Andriany Gantina dalam kesempatan yang sama.