Harga Beras Naik di 127 Daerah, Tito Minta Pemda Segera Intervensi

Harga beras naik di 127 kabupaten/kota, sementara daging ayam naik di 194 daerah. Mendagri Tito Karnavian meminta pemda segera melakukan intervensi dan operasi pasar untuk menstabilkan harga pangan.

oleh Winda NelfiraDiterbitkan 12 Oktober 2026, 15:27 WIB
Mendagri Tito Minta Daerah Intervensi Harga Beras dan Ayam, Ini Sebaran Kenaikannya

Liputan6.com, Jakarta - Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian meminta pemerintah daerah (pemda) segera mengintervensi kenaikan harga pangan di wilayah masing-masing. Komoditas yang menjadi perhatian antara lain beras, telur ayam ras, dan daging ayam ras.

Tito mengungkapkan, harga beras mengalami kenaikan di 127 kabupaten/kota. Sementara itu, harga telur ayam ras naik di 106 daerah dan daging ayam ras mengalami kenaikan di 194 daerah.

“Tapi yang perlu kita waspadai adalah berasnya, 127 (kabupaten/kota),” kata Tito dalam Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi Tahun 2026 di Kantor Pusat Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), Jakarta, Senin (12/10/2026).

Selain ketiga komoditas tersebut, kenaikan harga juga terjadi pada cabai merah di 314 daerah dan cabai rawit di 268 daerah.

Tito meminta pemda, terutama di daerah yang mengalami kenaikan harga tinggi, segera berkoordinasi dengan Badan Pangan Nasional (Bapanas), Perum Bulog, dan pelaku usaha untuk menentukan komoditas yang perlu distabilkan.

“Jadi untuk kita semua, daerah terutama yang tinggi-tinggi, segera untuk koordinasi dengan Badan Pangan, kemudian dengan Bulog, dengan para pengusaha, sektor makanan apa yang perlu distabilisasi,” ujarnya.

Ia juga meminta dukungan Menteri Pertanian yang merangkap Kepala Bapanas, Andi Amran Sulaiman, serta Perum Bulog untuk melakukan intervensi harga di kabupaten/kota yang mengalami kenaikan.

Salah satu langkah yang didorong adalah operasi pasar untuk membantu menstabilkan harga pangan di daerah.

“Untuk melakukan operasi pasar, intervensi dengan yang lain di titik-titik kabupaten kota yang terjadi kenaikan,” ucap Tito.

 

Inflasi September 2026 Naik

Mendagri Tito Minta Daerah Intervensi Harga Beras dan Ayam, Ini Sebaran Kenaikannya

 

Tito menyampaikan, inflasi tahunan atau year-on-year (yoy) pada September 2026 mencapai 3,28 persen, meningkat dibandingkan Agustus 2026 yang sebesar 3,19 persen.

Sementara itu, inflasi bulanan atau month-to-month (mtm) naik dari 0,21 persen pada Agustus menjadi 0,30 persen pada September 2026.

Menurut Tito, kelompok makanan, minuman, dan tembakau menjadi penyumbang inflasi bulanan terbesar, dengan angka 0,88 persen. Sejumlah komoditas pangan yang perlu diwaspadai antara lain cabai, daging ayam ras, beras, dan telur ayam ras.

“Kita harus menjaga betul angka ini jangan sampai ke angka di atas 3,5 yang jadi target pemerintah,” kata Tito.

Ia mengingatkan, kenaikan harga pangan dapat memberikan tekanan lebih besar kepada masyarakat berpenghasilan rendah yang mengandalkan pendapatan harian untuk memenuhi kebutuhan hidup.

“Masyarakat yang termiskin 20 persen hidupnya harian, kenaikan komoditas sekian ribu rupiah saja itu sudah sangat berpengaruh bagi mereka,” tandasnya.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya