Manchester United Samai Rekor Buruk 40 Tahun Lalu, Manajemen Ambil Sikap Soal Michael Carrick

Manchester United cuma memetik enam angka dari enam laga Liga Inggris musim ini.

oleh Harley IkhsanDiterbitkan 12 Oktober 2026, 07:00 WIB
Pelatih kepala Manchester United asal Inggris, Michael Carrick. (Paul ELLIS/AFP)

Liputan6.com, Jakarta - Manajemen Manchester United belum berencana memecat manajer Michael Carrick meski performa tim kembali mengecewakan setelah ditahan imbang Tottenham Hotspur 1-1 di Old Trafford, Sabtu (10/10/2026).

Hasil tersebut memperpanjang catatan kurang meyakinkan Setan Merah pada awal musim Liga Inggris. Manchester United saat ini berada di luar 10 besar klasemen sementara setelah hanya meraih satu kemenangan dari enam pertandingan pembuka.

Dalam pertandingan melawan Tottenham, United bahkan kesulitan mengembangkan permainan dan beberapa kali berada di bawah tekanan tim tamu. Namun, gol Bryan Mbeumo pada menit ke-73 sempat membawa tuan rumah berada di ambang kemenangan penting.

Situasi United semakin menguntungkan lima menit kemudian setelah Rodrigo Bentancur diganjar kartu merah akibat tindakan kekerasan. Tottenham pun harus melanjutkan pertandingan dengan 10 pemain.

Kendati demikian, tim asuhan Roberto De Zerbi menunjukkan semangat pantang menyerah. Tottenham akhirnya berhasil membawa pulang satu poin setelah Dominic Solanke mencetak gol melalui sundulan cerdik pada masa injury time.

Hasil imbang tersebut menjadi tamparan keras bagi Carrick yang sebelumnya mendapatkan kepercayaan untuk menangani Manchester United secara permanen. Pada Mei lalu, mantan gelandang tim nasional Inggris itu menandatangani kontrak berdurasi dua tahun setelah menjalani periode positif sebagai pelatih interim.

 


Awal Musim Terburuk dalam 40 Tahun

Bek Tottenham Hotspur asal Belanda, Jan Paul van Hecke (nomor punggung 6), memenangi duel udara dalam pertandingan Liga Inggris kontra Manchester United di Stadion Old Trafford, Manchester, Sabtu (10/10/2026). (Paul Ellis/AFP)

Catatan enam poin dari enam pertandingan membuat Manchester United mengalami salah satu periode awal musim terburuk dalam sejarah klub. Menurut laporan yang menjadi dasar artikel ini, perolehan tersebut merupakan yang terendah sejak musim 1986, ketika Sir Alex Ferguson menggantikan Ron Atkinson sebagai manajer.

Kekecewaan pendukung United pun semakin terasa. Suara siulan terdengar di Old Trafford selama pertandingan, termasuk ketika turun minum dan setelah peluit panjang dibunyikan.

Carrick mengakui bahwa reaksi tersebut menyakitkan, tetapi ia memahami kekecewaan para pendukung yang menginginkan tim kesayangannya tampil lebih baik.

“Jelas, ini menyakitkan. Sangat menyakitkan. Tidak menyenangkan menghadapi situasi seperti ini, tetapi terkadang kita memang harus melewatinya,” ujar Carrick dalam konferensi pers seusai pertandingan.

“Memang seperti itulah situasinya. Reaksi itu datang dari niat yang baik, dan saya memahaminya.”

 


INEOS Masih Percaya Michael Carrick

Pelatih sementara Manchester United asal Inggris, Michael Carrick (kanan), bertepuk tangan dengan maskot Fred the Red menjelang dimulainya pertandingan Liga Inggris antara Manchester United dan Brentford di Old Trafford, Manchester, barat laut Inggris, pada 28 April 2026. (Darren Staples/AFP)

Meski hasil yang diraih belum memuaskan, Manchester United dikabarkan belum berniat mengakhiri kerja sama dengan Carrick dalam waktu dekat.

Laporan TEAMtalk menyebutkan bahwa manajemen klub, termasuk INEOS, masih memberikan dukungan kepada pelatih berusia 45 tahun tersebut. Untuk saat ini, belum ada rencana mengubah keputusan terkait masa depannya.

Sebelum pertandingan melawan Tottenham, jurnalis transfer TEAMtalk, Graeme Bailey, mengungkapkan bahwa pihak klub menilai performa United sebenarnya tidak sepenuhnya buruk, meskipun posisi mereka di klasemen jauh dari harapan.

Menurut Bailey, target awal klub bukanlah menjuarai Liga Inggris pada musim ini, melainkan mengamankan posisi empat besar. Namun, melihat hasil yang telah diraih, target tersebut mulai terlihat sulit dicapai.

Meski demikian, ia menilai situasi tim masih dapat berubah karena kompetisi baru memasuki tahap awal.

 

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya