Liputan6.com, Tuban - Setelah berjibaku melawan gelombang laut selama tiga hari, tim SAR gabungan akhirnya menemukan jasad Anak Buah Kapal (ABKK) Kapal Motor Khatulistiwa 8, yang tenggelam usai bertabrakan dengan kapal tongkang di perairan Tuban, Jawa Timur.
Korban bernama Mayan Petter Saba (39), asal Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT), ditemukan dalam kondisi meninggal dunia di perairan Desa Socorejo, Kecamatan Jenu, Kabupaten Tuban, Sabtu (10/10/2026) sekitar pukul 12.30 WIB.
Advertisement
Sebelumnya, korban dilaporkan hilang setelah kapal MV Khatulistiwa 8 mengalami kecelakaan laut pada Rabu (7/10/2026). Kondisi gelombang laut yang cukup tinggi menjadi salah satu kendala dalam proses pencarian.
Kasi Humas Polresta Tuban, IPTU M. Iksan, mengatakan korban ditemukan pada hari ketiga pencarian oleh tim SAR gabungan.
"Korban ditemukan tim SAR gabungan pada hari ketiga pencarian korban, tepatnya sekitar dua mil dari lokasi tenggelamnya kapal atau sekitar 20 mil dari bibir pantai," ungkap Iksan.
Setelah ditemukan, jasad korban langsung dievakuasi dan dibawa ke RSUD dr. R. Koesma Tuban sekitar pukul 13.45 WIB untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.
"Jasad korban telah dievakuasi oleh tim ke RSUD dr. Koesma Tuban untuk dilakukan visum bersama tim Inafis Polresta Tuban," jelasnya.
Kapal Tenggelam Usai Bertabrakan dengan Tongkang
Iksan menjelaskan, peristiwa tersebut bermula ketika MV Khatulistiwa 8 bertolak dari dermaga Terminal Khusus (Tersus) PT Semen Indonesia Group (SIG) Tuban menuju Sampit, Kalimantan Tengah, pada Rabu (7/10/2026) sekitar pukul 17.30 WIB.
Kapal tersebut mengangkut sekitar 1.850 ton semen Gresik dalam kemasan Polysling Bags.
Namun, saat berlayar di tengah laut, kapal mengalami kecelakaan setelah bertabrakan dengan kapal tongkang. Benturan tersebut mengakibatkan kebocoran hingga MV Khatulistiwa 8 akhirnya tenggelam di perairan Tuban.
"Kapal mengalami kebocoran hingga tenggelam setelah menabrak kapal tongkang," ujarnya.
Menindaklanjuti kejadian tersebut, Syahbandar memerintahkan kapal TB Amazon dan TB Multi untuk membantu proses evakuasi awak MV Khatulistiwa 8.
17 ABK Selamat, Satu Orang Meninggal Dunia
Dalam insiden tersebut, sebanyak 17 orang yang terdiri atas nakhoda dan anak buah kapal (ABK) berhasil diselamatkan oleh kapal TB Amazon. Seluruh korban selamat kemudian dievakuasi ke Terminal Khusus SIG Tuban.
Sementara itu, Mayan Petter Saba sempat dinyatakan hilang sehingga tim SAR gabungan melakukan pencarian selama tiga hari hingga akhirnya korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia.
Dengan ditemukannya korban, seluruh 18 awak kapal telah diketahui nasibnya. Sebanyak 17 orang berhasil selamat, sedangkan satu orang meninggal dunia.
Sebelum dipulangkan, para korban selamat dibawa ke Hotel Fortune di Desa Sugihwaras, Kecamatan Jenu, Kabupaten Tuban.
Adapun 17 awak kapal yang selamat terdiri atas Syamsul Kamal selaku nakhoda, Agung Febrianto Surono sebagai Mualim II, Muhamad Zaki sebagai Kepala Kamar Mesin (KKM), Kartono Sihombing sebagai Masinis II, Nurlamsyah sebagai Masinis III, Ali Imran sebagai Masinis IV, serta Asdar sebagai juru mudi.
Selanjutnya, Verdiansa Putra dan Philare Detrani Ramadhan sebagai juru mudi, Raden Rizkt At Thaariq Sarikusuma, Fransiskus Aldianus Rejang, dan Kelfin Aldianus Tefbana sebagai juru minyak, serta Andi Surya Pranata sebagai operator crane.
Tiga awak lainnya yakni Aswuri Dubelmarta sebagai juru masak, Muhamad Arsyad sebagai kelasi, serta Arif Rahman dan Aurelia Queentien Pattinasarany sebagai kadet.
Penemuan jasad Mayan Petter Saba mengakhiri pencarian terhadap satu ABK yang sebelumnya dilaporkan hilang dalam kecelakaan laut tersebut.