Liputan6.com, Jakarta - Noda tak selalu menjadi hal yang harus disembunyikan. Dalam The Stained Drop Collection, elemen yang biasanya dihindari pada pakaian justru hadir sebagai bagian dari gagasan kreatif yang memadukan eksplorasi desain dan karakter personal.
Koleksi busana edisi terbatas hasil kolaborasi Rinso dan label mode Othman ini menghadirkan perspektif berbeda tentang noda melalui permainan motif, tekstur, dan warna. Deretan busana luaran dalam koleksi ini menampilkan pola geometris berupa garis zigzag dan bentuk menyerupai wajik di atas dasar berwarna gelap.
Advertisement
Desain lainnya mengeksplorasi motif abstrak dengan tekstur menyerupai sapuan warna atau marmer pada permukaan kain. Perpaduan warna turut memperkuat karakter visual koleksi.
Nuansa hijau, pink, dan biru hadir dalam eksplorasi desain, sementara hitam dan abu-abu berpadu dengan krem, beige, serta pink pada area pameran. Pencahayaan magenta, ungu, dan biru menonjolkan tekstur kain serta kontras motif pada setiap busana.
"Eksperimen desainnya tetap mengikuti guideline dari Rinso. Namun, kami mempertahankan karakter Othman yang manly karena itu merupakan statement kami," sebut Co-founder Othman, Oby Reza, saat jumpa pers di Jakarta, Jumat, 9 Oktober 2026.
Koleksi ini mengangkat kampanye "Berani Kotor Itu Baik" melalui pendekatan fashion yang menyasar generasi muda. Senior Brand Manager Fabric Cleaning and UPro Unilever Indonesia, Aninda Fariza, berharap kolaborasi tersebut dapat mendorong Gen Z memandang noda dengan cara berbeda.
Cerita di balik Noda
Aninda berkata, "Harapannya, lebih banyak Gen Z menyadari bahwa ada banyak cerita di balik noda dan tidak lagi takut terhadap noda. Kolaborasi ini juga ingin mengingatkan generasi yang dulu sudah mengenal 'Berani Kotor Itu Baik,' tapi mungkin sekarang lupa bahwa berani kotor itu memang baik."
Creative Director Kopikalyan, Annie Gobel, melihat noda sebagai penanda kenangan yang melekat pada pakaian. Tumpahan kopi, misalnya, dapat mengingatkan seseorang pada percakapan atau pertemuan tertentu.
"Noda itu bisa jadi cerita. Awalnya, memang merasa sangat sayang pada bajunya. Namun, lama-kelamaan ketika melihat bajunya, kita bisa ingat cerita di baliknya. Kita bisa ingat waktu itu bersama siapa dan sedang melakukan apa. Jadi, noda itu bisa menjadi semacam memento," tutur Annie.
Hubungan Fashion dan Deterjen
Konsep tersebut juga terhubung dengan produk Rinso Quick Wash. Aninda menjelaskan bahwa tim sengaja menghadirkan noda pada busana Othman untuk memperlihatkan hubungan antara koleksi fashion dan fungsi deterjen dalam merawat pakaian.
"Biasanya deterjen lain mengatakan bahwa kalau baju kamu kotor, cucilah dengan deterjen mereka. Namun, melalui produk terbaru kami, Rinso Quick Wash, kami justru berani membuat noda pada koleksi Othman. Ketika kalian mendapatkan koleksinya dan sampai di rumah, di bajunya akan ada noda yang kami buat," jelas Aninda.
Homecare Marketing Director Unilever Indonesia, Berto Kotze, mengatakan kolaborasi ini menjadi salah satu cara untuk memperkenalkan Rinso pada generasi baru. Ia menilai perubahan gaya hidup konsumen menuntut brand untuk mengembangkan pendekatan komunikasi yang relevan.
Dirilis Perdana di Jepang
"Orang harus bisa keluar, bereksplorasi, dan menjadi versi terbaik dirinya tanpa khawatir tentang noda atau takut menjadi kotor. Kalau orang menyebut Rinso, mungkin yang terbayang adalah merek yang digunakan ibu atau nenek mereka," kata Berto.
The Stained Drop Collection akan tersedia pertama kali di Kopikalyan Harajuku, Jepang. Informasi peluncuran berikutnya akan diumumkan melalui akun Instagram Rinso dan Othman sebelum koleksi dipasarkan melalui situs web Othman. Oby menyebut harga koleksi dimulai dari Rp 1 juta.
Kopikalyan sendiri telah hadir di Tokyo sejak 2020. Annie berharap keberadaan gerai tersebut dapat membuka kesempatan bagi lebih banyak brand Indonesia untuk memperkenalkan karya mereka kepada konsumen Jepang.