Liputan6.com, Jakarta - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyebutkan, potensi dampak pembekuan atau freeze penambahan saham Indonesia dalam indeks global relatif lebih terbatas. Selain itu, sejumlah langkah reformasi yang dilakukan telah menempatkan pasar modal Indonesia pada jalur yang tepat untuk menjawab perhatian penyedia indeks global termasuk Morgan Stanley Capital International (MSCI) menjelang pengumuman MSCI pada November 2026.
“Kalau secara counter calculation mencoba menghitung dengan self-assesment, rasanya ruang untuk keluarnya saham-saham itu di dalam indeks menjadi jauh lebih terbatas dibanding sebelumnya,” ujar Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif dan Bursa Karbon OJK Hasan Fawzi, di Jakarta, mengutip Antara, Kamis, (8/10/2026).
Advertisement
Ia juga menilai, saham-saham Indonesia saat ini masih menjadi konstituen indeks global termasuk MSCI, yang memiliki kapitalisasi pasar besar, fundamental yang relatif baik, dan likuiditas yang terjaga.
Selain itu, ia menuturkan, Indonesia juga menunjukkan kemajuan untuk memenuhi tuntutan peningkatan transparansi pasar modal.
Hasan menjelaskan, berbagai langkah reformasi yang dilakukan telah menempatkan pasar modal Indonesia pada jalur yang tepat dalam menjawab perhatian penyedia indeks global.
“Kita sudah menghadirkan tuntutan utama mereka berupa kehadiran transparansi. Silakan dibandingkan juga. Kami bisa menyatakan pasar modal Indonesia mungkin saat ini menjadi salah satu pasar yang menghadirkan tingkat transparansi yang paling lengkap,” kata dia.
OJK Hormati Independensi
Namun, Hasan menegaskan, OJK tetap menghormati independensi penyedia indeks global dalam menentukan komposisi konstituen maupun mengambil keputusan terkait pembekuan indeks.
Dia menuturkan, regulator tidak akan melakukan intervensi untuk memengaruhi keputusan para analis penyedia indeks, tetapi berharap penilaian dilakukan secara objektif berdasarkan metodologi dan kriteria yang telah ditetapkan.
"Jadi, mudah-mudahan apapun yang terjadi, dampaknya nanti ke pasar kita sudah sangat terbatas dibandingkan mungkin periode awal perhitungan pada saat kekhawatiran ini terjadi,” ujar Hasan.