Liputan6.com, Jakarta - Keluarga miliarder Weston, yang pernah memiliki department store Selfridges kini membeli peritel farmasi dan kecantikan Inggris, Boots. Nilai transaksi mencapai US$ 8,9 miliar atau setara Rp 159 triliun (asumsi kurs dolar AS terhadap rupiah 17.890).
Wittington Investments, perusahaan holding keluarga Weston yang mengendalikan jaringan grosir Loblaws dan gerai farmasi Shoppers Drug Mart di Kanada, akan memiliki operasi ritel Boots di Inggris dan Irlandia. Kepemilikan ini mencakup jaringan optiknya, merek kecantikan No7, dan unit waralaba di Thailand.
Advertisement
"Boots adalah salah satu bisnis paling bertahan lama di Inggris, dengan warisan yang kaya, nama yang terpercaya, dan peran vital dalam kehidupan sehari-hari di seluruh Inggris dan Irlandia," kata Ketua Wittington, Galen Weston, dikutip dari The Guardian, Kamis (8/10/2026).
Akuisisi jaringan yang bermarkas di Nottingham ini memiliki 1.800 gerai di seluruh Inggris dan mempekerjakan 50 ribu orang. Transaksi ini turut didukung firma investasi Fairfax, yang memiliki The Sporting Life Group dan Sleep Country, peritel kasur terbesar Kanada.
"Kami melihat peluang berarti untuk membuat bisnis yang sudah hebat ini menjadi lebih baik lagi lewat kepemilikan jangka panjang yang stabil, investasi modal lebih lanjut, dan fokus operasional baru," Weston menambahkan.
Transaksi ini menandai keluarnya pendukung jangka panjang Boots, Stefano Pessina, dan pendukung terbarunya, firma finansial Sycamore Partners. Kesepakatan ini masih menunggu persetujuan regulator dan diperkirakan rampung pada kuartal pertama 2027.
Pessina Lepas Boots Setelah 20 Tahun
Pada 2022, grup farmasi Amerika Serikat (AS), Walgreens, sempat menjual Boots dengan banderol harga hingga 10 miliar poundsterling atau Rp 236 triliun (asumsi kurs pound sterling terhadap rupiah 23.630). Namun, rencana itu dibatalkan karena calon pembeli, termasuk Reliance Industries milik Mukesh Ambani, kesulitan mengumpulkan dana.
"Boots adalah merek ikonik dan institusi Inggris," kata Pessina, yang membawa Boots menjadi perusahaan tertutup dengan dukungan firma investasi KKR pada 2007.
"Menjadi salah satu keistimewaan dalam hidup saya dan istri saya, Ornella, untuk bisa sedekat ini berasosiasi dengan Boots selama dua puluh tahun terakhir," kata Pessina.
Selain itu, ia akan tetap memegang kepemilikan bisnis Boots di Meksiko dan Jerman.
Akuisisi ini menandai kembalinya cabang Kanada keluarga Weston ke jalan utama ritel Inggris setelah sempat menjual Selfridges senilai 4 miliar poundsterling atau Rp 94,4 triliun pada 2022.
Sementara, Analis Ritel Senior Richard Hyman menyebut keluarga Weston sebagai kepemilikan Boots paling menjanjikan. "Selama bertahun-tahun, mengamati Boots sedikit seperti menonton permainan korporat berpindah tangan terus-menerus, dan setiap pemilik mengambil sedikit lebih banyak dari dalamnya," katanya.
Hyman menyebut Boots berpeluang memaksimalkan skema loyalitasnya yang besar dan menawarkan lebih banyak layanan lewat gerainya. Boots telah menutup lebih dari 300 gerai dalam beberapa tahun terakhir akibat naiknya biaya ritel dan persaingan peritel diskon.
"Boots butuh dan pantas mendapat pemilik yang akan memperlakukannya dengan sedikit kasih sayang, dan sejarah menunjukkan keluarga Weston mengambil pandangan jangka lebih panjang," kata Hyman.