Liputan6.com, Jakarta - Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara menugaskan PT LEN Industri memimpin pengembangan chip semikonduktor berbasis kecerdasan buatan (AI) untuk otomotif. Teknologi tersebut disiapkan untuk mendukung kebutuhan proyek mobil nasional, mengingat satu kendaraan membutuhkan ratusan chip.
Chief Technology Officer (CTO) BPI Danantara Sigit Puji Santosa mengatakan, satu unit kendaraan sedikitnya membutuhkan 600 hingga 700 chip semikonduktor. Pengembangan teknologi tersebut juga dapat dilakukan dengan menggandeng produsen arsitektur chip.
Advertisement
"Karena besarnya kebutuhan, penguasaan teknologi ini menjadi kunci utama penguatan industri otomotif dan elektronika dalam negeri," kata Sigit dikutip dari Antara, Kamis (8/10/2026).
Menurut Sigit, salah satu tantangan terbesar dalam pengembangan industri semikonduktor di Indonesia adalah keterbatasan talenta.
Untuk mengatasinya, Danantara menyiapkan program pelatihan dan sertifikasi bagi para insinyur muda. Program tersebut akan dijalankan bersama sejumlah perguruan tinggi, termasuk Institut Teknologi Bandung (ITB).
Danantara Siapkan 15.000 Insinyur
Danantara menargetkan sedikitnya 15.000 insinyur mendapatkan pelatihan dan sertifikasi di bidang semikonduktor dalam tiga hingga empat tahun ke depan.
"Dalam waktu 3-4 tahun ke depan kita akan melakukan training bahkan certification training ke minimum 15.000 engineers di bidang semikonduktor. Nanti LEN kita beri tugas sebagai leading sector untuk chip berbasis AI otomotif," kata Sigit.
Pengembangan talenta tersebut dinilai penting untuk membangun ekosistem semikonduktor nasional sekaligus mendukung pengembangan kendaraan listrik.
Danantara menerapkan strategi triangle dalam menjalankan berbagai proyek, termasuk pengembangan mobil listrik. Strategi tersebut menghubungkan sektor industri, investasi, serta pusat riset dan sumber daya manusia (SDM) unggulan.
"Karenanya saya senang kita melakukan acara ini di ITB Innovation Park. Nah, tujuan utama dibangunnya ITB Innovation Park memang untuk itu. Untuk menjadi melting pot antara industri dan research and development menjadi inovasi nasional," tuturnya.