Kutip Lao Tzu, Gubernur BI Rayu Investor ke Ekonomi Hijau

Mengutip filosofi Lao Tzu, Gubernur BI Destry Damayanti ajak investor ambil langkah konkret bangun ekonomi hijau.

oleh Immanuel ChristianDiterbitkan 07 Oktober 2026, 19:00 WIB
Gubernur BI, Destry Damayanti. (KLY/ Arie Basuki)

Liputan6.com, Jakarta - Gubernur Bank Indonesia (BI), Destry Damayanti mengutip bait puisi filsuf ternama China, Lao Tzu, untuk mengajak para investor mengambil langkah nyata dalam memanfaatkan peluang investasi di Tanah Air. Ia menekankan bahwa kombinasi investasi, inovasi, dan pengembangan talenta merupakan fondasi utama untuk membangun pertumbuhan ekonomi yang kuat, hijau, inklusif, serta berkelanjutan.

"Seperti yang dikatakan Lao Tzu dari China dalam sebuah puisi, saya ingin mengutip satu kalimat: perjalanan seribu mil dimulai dengan satu langkah," ujar Destry dalam ajang Indonesia International Sustainability Forum (ISF) di Jakarta, Rabu (7/10/2026).

Destry menyerukan kepada seluruh pemangku kepentingan untuk segera mengawali langkah tersebut demi menghadirkan dampak ekonomi yang lebih luas.

"Mari kita memulai dengan satu langkah untuk mencapai dampak yang lebih besar dan lebih tinggi bagi perekonomian kita,” tegasnya.

Ketahanan Makro dan Insentif Pembiayaan Rp 461 Triliun

Gubernur BI Destry Damayanti. (KLY/ Arie Basuki)

Menurut Destry, arus investasi merupakan instrumen krusial dalam mendorong transformasi sektor energi bersih, infrastruktur, ekosistem digital, hingga pertanian berkelanjutan. Komitmen investor, lanjutnya, sangat bergantung pada ketahanan fundamental makroekonomi, kredibilitas institusi, dan ketangguhan sistem keuangan.

"Investor akan berkomitmen ketika fundamental makroekonomi kuat, institusi kredibel, dan sistem keuangan tangguh," kata Destry.

Guna menyokong hal tersebut, BI terus mengucurkan instrumen Kebijakan Likuiditas Makroprudensial (KLM) untuk merangsang perbankan menyalurkan pembiayaan ke sektor-sektor prioritas, termasuk sektor hijau dan inklusif.

Hingga kini, BI mencatat realisasi insentif likuiditas KLM telah menembus Rp 461 triliun. Dari total dana tersebut, sekitar Rp 68 triliun telah mengalir menjadi kredit baru di sektor perumahan, khususnya bagi masyarakat berpenghasilan rendah.

Inovasi Digital dan Kesiapan Talenta SDM

Selain ketersediaan modal, efektivitas pemanfaatan sumber daya juga membutuhkan dorongan inovasi seperti kecerdasan buatan, digitalisasi, dan otomatisasi. Langkah ini diyakini mampu mendongkrak produktivitas, memperkuat rantai pasok, dan memperluas jangkauan inklusi keuangan. 

Sebagai bukti nyata peranan inovasi digital, jaringan merchant QRIS saat ini telah menyentuh 47,11 juta pelaku usaha, dengan 96,7% di antaranya merupakan UMKM. Integrasi QRIS Cross-Border juga terus diperluas; selain telah terhubung dengan Thailand, Singapura, Malaysia, Jepang, dan Korea, BI siap mengembangkan konektivitas serupa dengan India serta Timor-Leste.

Di sisi lain, Destry mengingatkan bahwa keberhasilan transisi energi dan pembiayaan berkelanjutan sangat membutuhkan kesiapan sumber daya manusia (SDM) yang menguasai keahlian baru di bidang data, kecerdasan buatan, hingga risiko iklim.

Sinergi antara pemerintah, regulator, pelaku usaha, lembaga keuangan, akademisi, dan perusahaan rintisan menjadi kunci utama dalam menciptakan ekosistem investasi jangka panjang.

"Masa depan bukan sesuatu yang kita tunggu. Masa depan adalah sesuatu yang kita bangun mulai sekarang," pungkas Destry.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya