Liputan6.com, Jakarta - Polisi mengungkap dugaan penyebab ledakan di sebuah rumah toko (ruko) kawasan San Antonio, Pakuwon City, Surabaya, Jawa Timur, Selasa (6/10) pagi. Ledakan diduga kuat terjadi akibat kebocoran gas.
Kapolrestabes Surabaya Kombes Pol Luthfie Sulistiawan mengatakan, pihaknya bersama Tim Jibom (Penjinak Bom) telah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). Dari pemeriksaan tersebut, tidak ditemukan kandungan maupun bahan peledak.
Advertisement
"Saat ini, kami bersama tim Jibom (Penjinak Bom) sudah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). Hasilnya, sampai saat ini tidak ditemukan kandungan atau bahan peledak. Berdasarkan keterangan saksi-saksi, kemungkinan besar ledakan tersebut diduga kuat berasal dari kebocoran gas," kata Kombes Pol Luthfie, di Surabaya.
Luthfie menjelaskan, ledakan terjadi ketika seorang koki sedang memasak. Koki tersebut sempat mencium bau gas sebelum kemudian terjadi ledakan.
Dari pemeriksaan di TKP, polisi menemukan tiga tabung elpiji yang masing-masing berkapasitas 50 kilogram.
Namun, ketiga tabung tersebut tidak meledak. Indikasi sementara menunjukkan sumber ledakan berasal dari kebocoran pada bagian pipa.
Polisi masih mendalami apakah kebocoran gas berasal dari salah satu atau seluruh tabung. Sementara itu, ketiga tabung dipastikan sudah kosong karena gas di dalamnya telah keluar.
Lima Orang LukaLedakan tersebut menyebabkan lima orang mengalami luka. Mereka terdiri atas empat laki-laki dan satu perempuan dan telah mendapat perawatan di Rumah Sakit Haji.
Selain korban luka, ledakan juga menyebabkan sekitar 41 bangunan di sekitar lokasi mengalami kerusakan. Sebanyak 15 di antaranya merupakan rumah yang berada di bagian belakang lokasi kejadian.
"Sebagian besar kerusakan berupa kaca pecah akibat getaran kuat dari ledakan, sedangkan lima bangunan yang berada persis di sisi lokasi mengalami kerusakan parah. Bangunan lainnya mengalami kerusakan ringan," ujarnya.
Olah TKP
Hingga kini, polisi masih memfokuskan penanganan pada pengamanan TKP dan korban. Pemeriksaan terhadap pihak terkait belum dilakukan, sementara penyelidikan untuk memastikan sumber kebocoran dan penyebab ledakan masih berlangsung.
Sementara itu, Tim Gegana Satbrimob Polda Jatim Kompol Sandi mengatakan hasil penyelidikan menunjukkan ledakan terjadi akibat tekanan gas yang terkumpul dalam satu ruangan hingga kemudian terpicu dan meledak.
"Dari hasil penyelidikan kami, unsur bahan peledak atau unsur-unsur yang mengandung bom tidak kami temukan. Kejadian ini murni karena tekanan gas yang terkumpul dalam satu ruangan," tuturnya.