Liputan6.com, Jakarta - Emas, dengan lambang kimia Au dan nomor atom 79, merupakan logam mulia yang dikenal karena sifatnya yang padat, lembut, lentur, dan ulet. Logam transisi berwarna kuning jingga cerah ini memiliki kekerasan antara 2,5 hingga 3 pada skala Mohs, menjadikannya mudah ditempa. Selain berfungsi sebagai standar keuangan global dan komponen elektronik, emas juga menjadi instrumen investasi favorit yang diakui sebagai safe haven, mampu menjaga nilai kekayaan di tengah gejolak ekonomi dan inflasi.
Kandungan emas diukur menggunakan sistem karat, dengan 24 karat menunjukkan kemurnian tertinggi, yaitu 99,9% atau lebih. Sementara itu, perhiasan didefinisikan sebagai benda yang digunakan untuk mempercantik diri, seringkali terbuat dari bahan berharga seperti emas. Emas perhiasan secara spesifik adalah perhiasan yang sebagian atau seluruhnya terbuat dari emas, bisa dilengkapi dengan batu permata atau material lain yang melekat di dalamnya.
Advertisement
Meskipun emas 24 karat merupakan yang paling murni, sifatnya yang lunak membuatnya kurang ideal untuk perhiasan. Idealnya, perhiasan emas memiliki kemurnian 18 karat atau sekitar 75% emas murni, agar tidak mudah berubah bentuk atau warna. Fungsi perhiasan melampaui sekadar aksesori, seringkali membawa nilai simbolis, keagungan, dan penanda status sosial.
Dinamika Harga Beli Emas Perhiasan di Raja Emas Indonesia
Raja Emas Indonesia, sebuah perusahaan ritel yang bergerak dalam jual beli perhiasan dan logam mulia, menyediakan layanan transaksi transparan untuk berbagai jenis emas, termasuk yang tanpa surat, rusak, atau patah. Pada Selasa, 6 Oktober 2026, harga beli emas perhiasan per gram di Raja Emas Indonesia menunjukkan variasi berdasarkan tingkat karat.
Emas dengan kemurnian K24 dihargai Rp 2.165.000 per gram, sementara K24 (99.5%) berada di angka Rp 2.055.000 per gram. Untuk kemurnian yang lebih rendah, K23 dibeli seharga Rp 1.965.000 per gram, K22 seharga Rp 1.874.000 per gram, dan K21 seharga Rp 1.790.000 per gram.
Harga terus menurun seiring berkurangnya kadar emas: K20 senilai Rp 1.704.000, K19 Rp 1.618.000, K18 Rp 1.535.000, K17 Rp 1.454.000, dan K16 Rp 1.363.000 per gram. Untuk kadar di bawahnya, K15 dihargai Rp 1.278.000, K14 Rp 1.193.000, K13 Rp 1.107.000, K12 Rp 1.024.000, K11 Rp 938.000, K10 Rp 852.000, K9 Rp 768.000, K8 Rp 683.000, K7 Rp 598.000, K6 Rp 513.000, dan K5 Rp 428.000 per gram.
Harga Jual Emas Perhiasan Terkini di Laku Emas
Laku Emas menawarkan layanan beli jual emas pertama di Indonesia yang dapat diakses melalui aplikasi seluler, didukung oleh situs web untuk informasi harga real-time dan cabang-cabang di pusat perbelanjaan besar. Pada hari yang sama, Selasa, 6 Oktober 2026, harga jual emas perhiasan per gram di Laku Emas juga bervariasi sesuai kadar.
Emas 24K (99%) dijual seharga Rp 2.139.000 per gram. Untuk kadar 23K, harga jualnya Rp 1.947.000 per gram, diikuti oleh 22K dengan Rp 1.864.000 per gram, 21K dengan Rp 1.782.000 per gram, dan 20K dengan Rp 1.695.000 per gram.
Kadar emas yang lebih rendah dijual dengan harga sebagai berikut: 19K Rp 1.609.000, 18K Rp 1.523.000, 17K Rp 1.436.000, 16K Rp 1.350.000, 15K Rp 1.266.000, 14K Rp 1.181.000, 13K Rp 1.096.000, 12K Rp 1.010.000, 11K Rp 924.000, 10K Rp 839.000, dan 9K Rp 753.000 per gram.
Panduan Membedakan Emas Asli dan Palsu: Tips Penting untuk Konsumen
Mengingat maraknya peredaran emas palsu yang sangat mirip dengan aslinya, kemampuan membedakan keduanya menjadi krusial bagi konsumen. Emas asli memiliki warna kuning khas yang cemerlang dan mengkilap, tidak memudar atau berkarat seiring waktu. Emas 24 karat sendiri memiliki nuansa oranye kekuningan, dan semakin banyak campurannya, warnanya cenderung lebih gelap.
Dari segi fisik, emas asli memiliki berat dan kepadatan yang lebih tinggi dibandingkan logam lain yang sering digunakan untuk perhiasan palsu. Jika dijatuhkan ke dalam air, emas asli akan tenggelam karena sifatnya yang padat. Selain itu, perhatikan cap atau tanda yang biasanya terukir pada emas asli, seperti cap kadar (misalnya 999,9 untuk 24K, 916 untuk 22K, atau 750 untuk 18K) dan tanda dari produsen yang jelas. Cap kadar ini bisa ditandai dengan angka 1-999 atau 0K hingga 24K, di mana angka yang lebih tinggi menunjukkan kemurnian yang lebih murni.
Beberapa tes sederhana dapat dilakukan untuk menguji keaslian emas. Emas asli tidak bersifat magnetis, sehingga tidak akan tertarik oleh magnet. Tes gosok pada permukaan keramik yang tidak dilapisi akan meninggalkan garis berwarna emas jika itu emas asli, berbeda dengan garis hitam yang ditinggalkan oleh emas palsu atau campuran. Jika digosokkan ke telapak tangan dan warnanya tidak pudar, itu juga indikasi emas asli. Saat dijatuhkan perlahan ke permukaan keras, emas asli akan menghasilkan dering yang panjang dan nyaring, sementara emas palsu cenderung menghasilkan bunyi yang lebih pendek.
Untuk pengujian yang lebih akurat, tes asam nitrat atau cuka dapat dilakukan oleh profesional. Emas asli tidak akan bereaksi dengan cairan tersebut. Jika terjadi perubahan warna (misalnya menjadi hijau atau hitam) setelah ditetesi asam, ini menandakan adanya campuran logam lain atau emas palsu. Emas asli, terutama batangan, seringkali dilengkapi dengan sertifikat keaslian yang memiliki fitur keamanan seperti garis minor berwarna-warni dan watermark perusahaan, yang penting untuk memudahkan penjualan kembali. Jika keraguan masih ada, cara paling akurat untuk memastikan keaslian emas adalah dengan membawanya ke toko emas terpercaya atau mencari bantuan profesional.