Basarnas Hentikan Penyelaman KM Virgo Transport 8, Ini Alasannya

Kondisi jasad korban berubah sehingga pencarian bawah air dinilai tak lagi efektif dilanjutkan.

oleh Tim NewsDiterbitkan 04 Oktober 2026, 13:30 WIB
Basarnas ungkap perkembangan terbaru pencarian korban km virgo. (foto antara).

Liputan6.com, Jakarta - Basarnas menghentikan operasi penyelaman dalam pencarian dan pertolongan (SAR) korban kecelakaan KM Virgo Transport 8. Keputusan tersebut diambil karena kondisi jasad korban telah berubah sehingga operasi bawah air dinilai tidak lagi efektif untuk dilanjutkan dalam kondisi saat ini.

“Pada beberapa hari pertama kondisi korban yang dievakuasi dari dalam kapal yang tenggelam masih memungkinkan untuk terapung, sehingga ketika berhasil dikeluarkan dari dalam kapal, korban dapat diterima di atas air laut dengan komunikasi yang dimiliki tim,” kata Kepala Basarnas Mohammad Syafii, dikutip Antara, Minggu (10/4/2026).

Syafii menjelaskan, kondisi tersebut kini telah berubah seiring perubahan struktur kapal yang terjadi setiap hari sejak operasi SAR dimulai.

“Jika pada hari-hari sebelumnya korban dapat naik dengan sendirinya setelah dikeluarkan, kini korban dapat terurai ketika berhasil dikeluarkan dari dalam kapal. Karena itu, tidak efektif kalau operasi underwater ini kita teruskan dalam kondisi sekarang,” ujarnya.

Syafii berharap operasi salvage atau pengangkatan badan kapal oleh pemilik kapal dapat segera dilakukan. Langkah tersebut diperlukan untuk memastikan korban yang masih berada di dalam kapal benar-benar berada di lokasi tersebut.

Dengan kapal yang telah berhasil diangkat dari dasar laut, proses evakuasi korban diharapkan dapat dilakukan dalam kondisi yang lebih memungkinkan.

“Kemampuan maksimal penyelaman terhadap badan kapal telah dilakukan, dan tiga hari terakhir ini tidak menemukan korban lagi,” tuturnya.

 

Operasi SAR Tetap Dilanjutkan

Penampakan KM Virgo Transport 8 yang tenggelam di perairan Laut Jawa. (Liputan6.com/ Dok Liputan6 SCTV)

Dia mengatakan masih terdapat sejumlah bagian kapal yang belum tersentuh penyelam, termasuk bagian lambung kiri. Namun, kondisi di dalam kapal, termasuk badan kapal, sangat labil sehingga membahayakan keselamatan penyelam.

Meski menghentikan operasi penyelaman, Basarnas tetap melanjutkan operasi SAR setelah melakukan evaluasi pada hari ke-21. Pencarian selanjutnya difokuskan pada wilayah yang berpotensi menjadi lokasi korban hanyut terbawa arus laut, yakni perairan Kalimantan Selatan, Kalimantan Tengah, dan Kalimantan Barat.

Hingga hari ke-21 operasi SAR, Sabtu, pukul 22.00 WITA, Basarnas mengonfirmasi sebanyak 188 orang telah ditemukan. Jumlah tersebut terdiri atas 108 orang selamat dan 80 orang meninggal dunia.

Sementara itu, sebanyak 55 korban lainnya masih dalam proses pencarian dari total 243 orang yang tercatat dalam manifes KM Virgo Transport 8.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya