Liputan6.com, Jakarta - Kekayaan pelopor kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) Fei-Fei Li diproyeksikan melesat hingga menembus US$ 1,6 miliar atau sekitar Rp 28,6 triliun (asumsi kurs Rp 17.878 per dolar AS).
Lonjakan kekayaan ini terjadi setelah raksasa pembuat cip AMD meresmikan akuisisi startup miliknya, World Labs, dengan nilai fantastis mencapai US$ 8,2 miliar atau sekitar Rp 146,5 triliun.
Advertisement
Pencapaian kesepakatan transaksi yang diumumkan ke publik pada 28 September 2026 ini diperkirakan mendongkrak kekayaan Li lebih dari 50 persen. Sosok yang kerap dijuluki sebagai “Ibu AI” tersebut memegang estimasi kepemilikan saham sebesar 19 persen di World Labs.
Melansir VnExpress, Senin (5/10/2026), Li pertama kali masuk ke dalam jajaran miliarder global pada Februari lalu setelah startup-nya berhasil menggalang pendanaan dengan valuasi US$ 5 miliar (sekitar Rp 89,3 triliun). Akuisisi terbaru oleh AMD ini menandai peningkatan nilai saham perusahaan yang sangat signifikan dalam waktu singkat.
AMD menyatakan bahwa seluruh proses transaksi ditargetkan rampung pada akhir 2026, usai mengantongi persetujuan regulator dan memenuhi ketentuan standar industri. Setelah akuisisi selesai, Li bakal menjabat sebagai Wakil Presiden Eksekutif sekaligus Kepala Ilmuwan AMD, dan bertanggung jawab langsung kepada CEO Lisa Su.
Sinergi World Labs dan AMD di Bidang Spatial Intelligence
World Labs merupakan startup yang berspesialisasi pada pengembangan spatial intelligence—cabang AI yang memungkinkan sistem komputer memahami, menciptakan, dan meniru lingkungan tiga dimensi (3D). Berbeda dari chatbot AI yang berfokus pada pemrosesan bahasa, teknologi ini dirancang untuk membantu mesin memahami ruang fisik serta dinamika pergerakan objek.
Teknologi yang dikembangkan World Labs mampu membangun lingkungan 3D secara presisi dari teks, gambar, maupun video. Riset ini sangat krusial untuk membantu robot dalam menavigasi lingkungan baru, sekaligus memfasilitasi para insinyur untuk menguji desain di ruang simulasi sebelum direalisasikan.
Awal tahun ini, World Labs meraih pendanaan sebesar US$ 1 miliar (sekitar Rp 17,8 triliun) dalam putaran investasi yang turut diikuti oleh AMD. Langkah strategis akuisisi ini diproyeksikan bakal membantu AMD bersaing lebih ketat dengan Nvidia dalam memperluas ekosistem AI fisik, perangkat keras, maupun perangkat lunak pendukung.
Profil dan Rekam Jejak Fei-Fei Li
Lahir di Tiongkok, Li migrasi ke New Jersey, Amerika Serikat, pada usia 15 tahun. Sambil menempuh pendidikan dasar dan menengah, ia sempat bekerja membantu bisnis dry-cleaning milik orang tuanya. Li kemudian meraih gelar sarjana dari Princeton University pada 1999 dan menyelesaikan doktor bidang teknik elektro di California Institute of Technology pada 2005.
Kontribusi terbesarnya di dunia sains adalah penciptaan ImageNet, basis data gambar terlabel berskala masif yang menjadi fondasi utama dalam melatih komputer mengenali objek dan mengakselerasi perkembangan deep learning.
Ia bergabung sebagai pengajar di Stanford University pada 2009 dan menjabat sebagai Profesor Ilmu Komputer Sequoia. Pada 2019, Li memprakarsai berdirinya Stanford's Institute for Human-Centered Artificial Intelligence. Pascarestrukturisasi universitas pada Mei 2026, ia juga dipercaya sebagai Penasihat Khusus Bidang AI bagi Rektor Stanford University.
World Labs sendiri didirikan pada awal 2024 oleh Li bersama para ilmuwan terkemuka, yaitu Justin Johnson, Christoph Lassner, dan Ben Mildenhall. Sebelum mendirikan startup ini, Li pernah menduduki posisi Wakil Presiden di Google, Kepala Ilmuwan AI/ML di Google Cloud, serta anggota dewan direksi Twitter (sekarang X).