Deretan Tokoh NU di Barisan Wantimpres yang Dilantik Prabowo Hari Ini

Dari nama-nama yang menjadi anggota Wantimpres, ada sejumlah tokoh yang berasal dari Nahdlatul Ulama (NU).

oleh Ahmad ApriyonoDiterbitkan 02 Oktober 2026, 15:55 WIB
Presiden Prabowo melantik sejumlah tokoh menjadi Dewan Pertimbangan Presiden Wantimpres. (Liputan6.com/ Lizsa Egeham)

Liputan6.com, Jakarta - Sejumlah nama anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) dilantik Presiden Prabowo Subianto di Istana Negara, Jakarta Pusat, Jumat (2/10/2026). Dari nama-nama yang menjadi anggota Watimpres, ada sejumlah tokoh yang berasal dari Nahdlatul Ulama (NU), sebut saja seperti Shinta Nuriyah Wahid, ⁠KH Anwar Iskandar, KH Said Aqil Siradj, KH Yahya Cholil Staquf, dan Jusuf Hamka.

Shinta Nuriyah Wahid yang juga istri dari mendiang Presiden ke-4 RI Abdurrahman Wahid (Gusdur) merupakan Mustasyar dalam kepengurusan PBNU. Beliau kembali dipercaya mengemban posisi dewan penasihat tersebut untuk kepengurusan PBNU Masa Khidmah 2026–2031, setelah sebelumnya juga menduduki jabatan yang sama pada periode 2022–2027.

Sedangkan KH Anwar Iskandar namanya sempat digadang-gadang masuk dalam pemilihan Rais Aam di Muktamar PBNU Jombang. Namun dirinya saat ini dipercaya menjadi Wakil Rais 'Aam dalam jajaran Syuriyah PBNU masa Khidmah 2026–2031.

KH. Said Aqil Siroj bukan nama yang asing di tubuh NU. Usai tak menjadi Rais Aam, Said Aqil kini menjadi Mustasyar (Dewan Penasihat) PBNU masakhidmah 2026–2031.

KH Yahya Cholil Staquf atau Gus Yahya saat ini tidak lagi menjabat atau masuk dalam struktur PBNU masa khidmah 2026–2031. Dirinya sebelumnya menjabat sebagai Ketua Umum Tanfidziyah PBNU periode 2021–2026. Tugas dan tanggung jawab beliau telah resmi dinyatakan selesai seiring dengan dibacakannya status demisioner pengurus lama pada Muktamar ke-35 NU di Jombang.

Jusuf Hamka sempat mengukir sejarah sebagai keturunan Tionghoa pertama yang masuk dalam jajaran kepengurusan inti PBNU, saat dikukuhkan. Kehadirannya menjadi salah satu terobosan besar dalam kepemimpinan Ketua Umum PBNU KH Yahya Cholil Staquf (Gus Yahya) untuk masa khidmah 2022–2027 lalu. 

Jusuf Hamka sendiri tiba di Istana Negara sekitar pukul 14.00 dengan mengenakan jas hitam berdasi biru lengkap dengan peci hitam.

"Saya dikabarkan Seskab. Saya kaget, saya cuma bilang alhamdulillah, negara mempercayai saya. Bapak presiden minta, siap. Diminta negeri tidak boleh ditolak, dan kita harus berbakti buat negeri," katanya kepada wartawan.

Berikut 26 tokoh yang dilantik Prabowo menjadi Dewan Pertimbangan Presiden:

Daftar Watimpres

1. Prof. Pratikno (Ketua)

2. Hatta Rajasa (Wakil Ketua)

3. ⁠Muhammad Qodari (Sekretaris)

4. ⁠Shinta Nuriyah Wahid

5. ⁠Prof. Dr. Muhammad Quraish Shihab

6. ⁠Jenderal TNI Purn Agum Gumelar

7. ⁠Chairul Tanjung

8. ⁠⁠K.H. Said Aqil Siradj

9. ⁠K.H. Anwar Iskandar

10. ⁠K.H. Yahya Cholil Staquf

11. ⁠⁠Yusuf Wanandi

12. ⁠Budi Gunawan

13. ⁠Bambang Soesatyo

14. ⁠⁠Salim Segaf Aljufri

15. ⁠Soekarwo

16. ⁠Dato Sri Tahir

17. ⁠Rocky Gerung

18. ⁠⁠⁠Letjen TNI Purn Ida Bagus Purwalaksana

19. ⁠Philip Kuncoro Wijaya

20. ⁠⁠Budi Tanuwibowo

21. ⁠Anwar Usman

22. ⁠Muhammad Hatta

23. ⁠Jusuf Hamka

24. ⁠Margarito Kamis

25. ⁠Zaki Manuputty

26. ⁠Ignasius Jonan

Menteri di Kabinet Jokowi

Sebelumnya berdasarkan informasi yang beredar, terdapat deretan nama yang disebut masuk dalam daftar calon Wantimpres. Beberapa di antaranya merupakan menteri di Kabinet Merah Putih Jokowi.

Salah satunya Budi Gunawan, mantan Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan. Budi Gunawan juga disebut memiliki kedekatan personal dengan Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri.

Meski demikian, Juru Bicara PDIP Guntur Romli mengaku belum mendengar kabar mengenai Budi Gunawan yang disebut akan menjadi Wantimpres. Ia juga menegaskan Budi Gunawan bukan kader PDIP.

"Kami belum dengar, kalau pun benar, Bapak Budi Gunawan bukan anggota PDI Perjuangan, beliau tidak punya KTA," kata Guntur saat dihubungi, Jumat (2/10/2026).

"Kalau beliau ditunjuk presiden berarti berdasarkan pengalaman beliau, di Polri, BIN dan Menkopolkam, bisa jadi untuk melakukan pembenahan dan Reformasi Polri," tambahnya.

Guntur mengatakan posisi PDIP tidak akan berubah meski muncul kabar mengenai sejumlah nama yang disebut akan mendapat posisi di pemerintahan.

Menurutnya, PDIP tetap berada di luar pemerintahan sebagai kekuatan penyeimbang. "Kalau posisi PDI Perjuangan tetap berada di luar pemerintahan, menjadi politik penyeimbang," jelasnya.

Selain Budi Gunawan, nama mantan menteri Kabinet Merah Putih yang beredar sebagai calon Wantimpres adalah Pratikno dan Djamari Chaniago.

Pratikno sebelumnya menjabat Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) sejak Oktober 2024 hingga Oktober 2026. Posisinya kemudian digantikan Sugiono dalam reshuffle kabinet pada Kamis (1/10/2026).

Kabar Pratikno akan menjadi Wantimpres juga muncul setelah dirinya memberikan sinyal akan mendapat penugasan baru dari Prabowo. Saat ditanya mengenai kabar tersebut, Pratikno meminta publik menunggu informasi selanjutnya.

"Ya nanti kan ada berita berikutnya. Nanti kan ada berita berikutnya," kata Pratikno.

Sementara Djamari Chaniago sebelumnya menjabat Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan sejak September 2025 hingga Oktober 2026.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya