Profil Dato Sri Tahir, Pendiri Mayapada yang Diangkat Jadi Wantimpres

Dato Sri Tahir merupakan pendiri Mayapada Group yang memiliki bisnis di sektor perbankan, kesehatan, asuransi, ritel, properti dan media.

oleh Arthur GideonDiterbitkan 02 Oktober 2026, 16:10 WIB
Pemilik Mayapada Group sekaligus pendiri Tahir Foundation, Dato Sri Tahir, telah memberikan donasi sebesar USD 500.000 atau sekitar Rp7,5 miliar untuk mendukung korban perang Palestina di Jalur Gaza. Sumbangan tersebut diserahkan secara resmi melalui Kedutaan Besar Palestina di Jakarta pada Kamis, (26/10/2023). (Liputan6/Therresia Maria Magdalena Morais)

Liputan6.com, Jakarta - Presiden Prabowo Subianto memilih Dato' Sri Tahir sebagai anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres). Tahir dilantik bersama sejumlah anggota Wantimpres lainnya di Istana Negara, Jakarta Pusat, Jumat (2/10/2026). 

Prabowo memimpin pengucapan sumpah jabatan para anggota Wantimpres. Mereka menyatakan kesetiaan kepada UUD 1945 dan berkomitmen menjalankan tugas dengan penuh tanggung jawab.

"Bahwa saya akan setia kepada UUD 1945, serta akan menjalankan segala peraturan perundang-undangan, dengan selurus-lurusnya, demi darma bakti saya, kepada bangsa dan negara," kata Prabowo diikuti para anggota Dewan Pertimbangan Presiden.

Dato’ Sri Tahir dikenal sebagai pendiri Mayapada Group sekaligus salah satu tokoh bisnis Indonesia. Bersama putranya, Jonathan Tahir, ia memimpin Tahir Foundation yang bergerak dalam berbagai kegiatan sosial.

Mengutip laman Tahir Foundation, Tahir mulai membangun bisnis sejak awal 1980-an dengan pengalaman di sektor perbankan, tekstil, dan industri otomotif. Dalam tiga dekade berikutnya, bisnisnya berkembang menjadi Mayapada Group dengan portofolio yang mencakup perbankan, asuransi, kesehatan, ritel, real estat, dan media.

Salah satu bisnis utama Mayapada Group adalah PT Bank Mayapada Internasional Tbk atau Bank Mayapada. Bank tersebut merupakan perusahaan publik dengan pemegang saham asing dari Amerika Serikat dan Singapura. Saat ini, Bank Mayapada disebut memiliki hampir 200 kantor cabang di berbagai wilayah Indonesia.

Tahir juga pernah menduduki sejumlah posisi di berbagai organisasi. Di antaranya Senior Advisor Kementerian Koordinator Bidang Kesejahteraan Rakyat, Ketua Umum Perkumpulan Masyarakat dan Pengusaha Indonesia Tionghoa (PERMIT), serta Ketua Umum Kadin Indonesia Komite Tiongkok (KIKT).

Dalam bidang pendidikan, ia tercatat sebagai orang pertama di Asia yang menjadi anggota dewan pengawas University of California Berkeley.

Filantropi

Founder & CEO Mayapada Group, Dato Sri Tahir buka suara terkait dengan jalan pelayanan kesehatan tanah air. Ini menyusul banyaknya persoalan yang masih ditemukan terkait hal ini di Indonesia. (Istimewa)

Selain dunia bisnis, Tahir aktif dalam kegiatan sosial dan filantropi melalui Tahir Foundation. Yayasan tersebut mendukung sejumlah bidang, termasuk kesehatan, pendidikan, dan reformasi hukum.

Tahir juga tercatat sebagai penandatangan pertama di Asia dalam Buffett-Gates Giving Pledge, sebuah komitmen filantropi yang dikaitkan dengan upaya mendorong para individu kaya untuk menyumbangkan sebagian besar kekayaan mereka bagi kegiatan sosial.

Melalui Tahir Foundation, ia juga menginvestasikan US$ 200 juta dalam kemitraan dengan Bill and Melinda Gates Foundation untuk mendukung upaya penanganan masalah kesehatan di Indonesia.

Tahir mengatakan prinsip yang menjadi bagian dari kiprahnya adalah “Dibangun oleh masyarakat dan untuk masyarakat.”

Atas kontribusinya, Tahir dianugerahi gelar kehormatan “Dato ‘Sri” oleh Sultan Pahang Malaysia. Ia juga disebut mendapat pengakuan dari mendiang mantan Perdana Menteri Singapura Lee Kuan Yew atas kontribusinya di bidang pendidikan.

Di bidang olahraga, Tahir pernah menjabat Ketua Dewan Eksekutif Asosiasi Tenis Meja Indonesia (PB PTMSI) dan Asosiasi Tenis Meja Asia Tenggara (SEATTA).

Sementara di dunia bisnis, Tahir meraih Ernst & Young Entrepreneur of the Year Award pada 2011 dan tercatat dalam sejumlah daftar orang terkaya Indonesia yang diterbitkan media, termasuk Forbes.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya