Luky Alfirman, Dicopot dari Jabatan Dirjen Anggaran Kini Jadi Wamenkeu

Presiden Prabowo Subianto melantik dua wakil menteri keuangan pada Kamis, (1/10/2026), salah satunya Luky Alfirman.

oleh Immanuel ChristianDiterbitkan 02 Oktober 2026, 11:33 WIB
Wamenkeu Luky Alfirman (Foto: LPS)

Liputan6.com, Jakarta - Luky Alfirman kembali masuk jajaran pimpinan Kementerian Keuangan setelah Presiden Prabowo Subianto mengangkatnya sebagai Wakil Menteri Keuangan, beberapa bulan setelah dicopot dari posisi Direktur Jenderal Anggaran (Dirjen Anggaran).

Luky sebelumnya menjabat Dirjen Anggaran Kementerian Keuangan sebelum dicopot pada April 2026 oleh Menteri Keuangan saat itu, Purbaya Yudhi Sadewa. Kini, Luky kembali ke Kementerian Keuangan sebagai wakil menteri mendampingi Menteri Keuangan Suahasil Nazara.

Wakil Menteri Keuangan Juda Agung mengatakan, Luky memiliki pengalaman panjang di Kementerian Keuangan dan menguasai sejumlah bidang, termasuk anggaran dan perimbangan keuangan.

“Kita sudah tahu beliau sudah lama di Kemenkeu. Dari kerja juga di sana saya kira beliau menguasai banyak aspek ya, termasuk di anggaran, pernah di perimbangan keuangan,” kata Juda di Bogor, Kamis, 1 Oktober 2026, dikutip Jumat (2/10/2026).

Pengangkatan Luky menambah jumlah Wakil Menteri Keuangan menjadi tiga orang bersama Juda Agung dan Nurkholisoh Ibnu Aman. Nurkholisoh sebelumnya memiliki latar belakang perbankan sebelum bergabung dalam jajaran Kementerian Keuangan.

Juda mengatakan pengalaman Luky di berbagai bidang Kementerian Keuangan menjadi salah satu bekal dalam menjalankan tugas barunya sebagai wakil menteri.

“Pernah di perimbangan keuangan, pernah di apanalah itu anggaran sudah pernah di DJSEF,” ujar Juda.

Profil Luky Alfirman dan Nurkholisoh Ibnu Aman, Dua Wamenkeu Baru Pilihan Prabowo

Prabowo Lakukan Reshuffle Kabinet (Foto: Lizsa Egeham/Liputan6.com)

Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto melantik dua nama dalam jajaran Wakil Menteri Keuangan (Wamenkeu). Keduanya yakni Luky Alfirman dan Nurkholisoh Ibnu Aman. Pelantikan keduanya dilakukan bersamaan dengan pengangkatan dan pengambilan sumpah sejumlah pejabat Kabinet Merah Putih, di Istana Kepresidenan Jakarta, Kamis (1/10/2026).

Dengan masuknya Luky dan Nurkholisoh, Menteri Keuangan Suahasil Nazara kini memiliki tiga wakil. Keduanya bergabung bersama Juda Agung, yang sebelumnya telah menduduki posisi Wamenkeu.

Luky bukan nama baru di Kementerian Keuangan. Ia memiliki perjalanan panjang sebagai birokrat di kementerian tersebut. Sementara Nurkholisoh berasal dari Bank Indonesia dan memiliki latar belakang akademik di bidang ekonomi serta keuangan.

 

Profil Luky Alfirman

Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto melakukan reshuffle atau perombakan kabinet dan sejumlah pejabat Kabinet Merah Putih di Istana Kepresidenan, Kamis (1/10/2026).

Luky Alfirman merupakan birokrat yang telah berkarier di Kementerian Keuangan sejak 1 Maret 1995. Dalam perjalanan kariernya, ia pernah menempati sejumlah posisi strategis di kementerian tersebut.

Luky merupakan lulusan Teknik Industri Institut Teknologi Bandung (ITB). Ia kemudian melanjutkan pendidikan ke University of Colorado, Boulder, Amerika Serikat, dan meraih gelar Master of Arts (MA) serta Doctor of Philosophy (PhD) di bidang ekonomi.

Sejumlah jabatan pernah diembannya, antara lain Kepala Subdirektorat Potensi Perpajakan, Kepala Bagian Organisasi dan Tata Laksana, Kepala Subdirektorat Manajemen Transformasi, hingga Kepala Kantor Pelayanan Pajak Pratama Jakarta Kebayoran Lama.

Ia juga pernah dipercaya menjadi Kepala Pusat Kebijakan APBN, Kepala Pusat Kebijakan Ekonomi Makro, serta Kepala Pusat Analisis dan Harmonisasi Kebijakan Sekretariat Jenderal Kementerian Keuangan.

Luky kemudian menduduki posisi Direktur Jenderal Anggaran. Namun, pada April 2026, Menteri Keuangan saat itu, Purbaya Yudhi Sadewa, mencopot Luky dari posisi tersebut. Keputusan itu efektif sejak 21 April 2026 dan jabatan Dirjen Anggaran untuk sementara diisi pelaksana harian.

Kini, beberapa bulan setelah pencopotan tersebut, Luky kembali ke lingkungan Kementerian Keuangan dengan jabatan baru sebagai Wakil Menteri Keuangan.

 

Profil Nurkholisoh Ibnu Aman

Presiden Prabowo Subianto melantik menteri dan wakil menteri baru saat reshuffle Kabinet Merah Putih pada Senin 8 September 2025. (Biro Pers Kepresidenan)

Berbeda dengan Luky yang meniti sebagian besar kariernya di Kementerian Keuangan, Nurkholisoh Ibnu Aman dikenal sebagai ekonom dan peneliti di Bank Indonesia.

Nurkholisoh tercatat menjabat sebagai Senior Researcher di Bank Indonesia sejak November 2024. Dalam posisi tersebut, ia memimpin berbagai proyek penelitian yang berkaitan dengan kebijakan dan mendukung pengambilan keputusan di bank sentral. Profil akademiknya juga mencatat bidang riset seperti perbankan, kebijakan moneter, keuangan, makroekonomi, dan struktur pasar keuangan.

Sebelum menjadi Senior Researcher, Nurkholisoh menjalani pendidikan doktoral di University of Edinburgh Business School pada 2020 hingga 2025. Ia meraih gelar PhD di bidang Finance.

Pendidikan tingginya juga ditempuh di sejumlah perguruan tinggi internasional. Ia menyelesaikan Master of Business Administration (MBA) di The University of Chicago Booth School of Business pada 2010–2012.

Sebelumnya, ia meraih gelar Master of Science (M.Sc.) dari Chalmers University of Technology pada 2002–2004 dan gelar Bachelor of Engineering (B.Eng.) dari Institut Teknologi Bandung (ITB) pada 1997–2002. Ia juga pernah mengikuti program musim panas di London School of Economics and Political Science (LSE) pada 2008.

 

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya