Liputan6.com, Jakarta - Presiden Prabowo Subianto melantik Drajad Hari Wibowo sebagai Wakil Menteri Koordinator Bidang Perekonomian pada Kamis (1/10/2026) di Istana Kepresidenan, Jakarta.
Pelantikan Drajad Hari Wibowo dilakukan bersamaan dengan sejumlah pejabat tingkat menteri, wakil menteri, dan pejabat tinggi negara lainnya yang dipimpin langsung oleh Presiden Prabowo Subianto.
Advertisement
Prosesi pelantikan diawali dengan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya. Acara kemudian dilanjutkan dengan pembacaan Surat Keputusan Presiden terkait pemberhentian dan pengangkatan pejabat baru.
Selanjutnya, Presiden Prabowo membimbing para pejabat yang dilantik untuk mengucapkan sumpah dan janji jabatan. Mereka berikrar akan menjalankan tugas dengan sebaik-baiknya serta menjunjung tinggi etika jabatan.
"Saya akan bertanya, bersediakah Saudara-saudara untuk diambil sumpah dan janji sesuai agama masing-masing?" tanya Prabowo dalam upacara pelantikan, yang serentak dijawab "Bersedia" oleh para pejabat baru.
Puan Buka Suara soal Isu Reshuffle Kabinet
Sebelumnya, Ketua DPR Puan Maharani mengungkap alasan mengapa proses persetujuan usulan pergantian Kapolri di DPR berjalan dengan cepat. DPR baru saja menyetujui usulan pemberhentian Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo dari jabatan Kapolri, dan pengangkatan Komjen Pol Suyudi Ario Seto sebagai calon Kapolri yang baru.
“Alhamdulillah baru saja Rapat Paripurna selesai menyetujui pemberhentian Jenderal Polisi Drs. Listyo Sigit Prabowo dari jabatan Kapolri, dan selanjutnya dalam Rapat Paripurna juga sudah menyetujui Komjen Polisi Suyudi Ario Seto sebagai calon Kapolri untuk menggantikan Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo,” kata Puan.
Hal tersebut disampaikan Puan usai memimpin Rapat Paripurna di Gedung DPR, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (1/10/2026). Menurut Puan, proses persetujuan DPR mengenai pergantian Kapolri sudah dilakukan sesuai dengan mekanisme yang ada.
“Setelah kami menerima Supres dari Presiden, kemudian ditindaklanjuti dengan mekanisme yang ada di DPR, juga melalui mekanisme yang ada di Komisi III melalui fit and proper,” jelasnya.
“Dan Insyaallah hari ini rencananya Presiden akan segera melantik calon Kapolri yang tadi sudah ditetapkan oleh DPR sehingga tidak ada kekosongan terkait dengan Kapolri,” sambung Puan.