FlyDubai Nyaris Dibajak, Netanyahu Puji Tukang Ledeng Cegah Bencana bak 9/11

Tidak hanya Netanyahu, aksi penyelamatan FlyDubai oleh tukang ledeng ini turut menuai pujian Trump.

oleh Khairisa FeridaDiterbitkan 01 Oktober 2026, 08:47 WIB
PM Israel Benjamin Netanyahu saat memberikan pidato di hadapan Kongres Amerika Serikat (AS) pada Rabu (24/7/2024). (Dok. AP Photo/Julia Nikhinson)

Liputan6.com, Tel Aviv - Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengungkap detail baru mengenai insiden dalam penerbangan FlyDubai menuju Israel yang berujung pada pendaratan darurat di Arab Saudi pada Rabu (30/9/2026).

Netanyahu mengatakan para pilot dan penumpang dalam penerbangan tersebut berhasil mencegah apa yang ia sebut sebagai "bencana seperti serangan 9/11".

Dalam wawancara dengan CNN pada Rabu malam, Netanyahu mengatakan insiden bermula ketika seorang pilot asal Oman menikam rekannya, Kapten Smit Machchhar, pilot asal India. Pesawat kemudian sempat kehilangan ketinggian ribuan kaki.

Di tengah kondisi terluka, Kapten Machchhar masih sempat membuka kunci pintu kokpit sebelum akhirnya jatuh tak berdaya. Celah tersebut langsung dimanfaatkan oleh Yaniv Hayun—seorang penumpang Israel yang bekerja sebagai tukang ledeng—untuk menerobos masuk.

Menurut Netanyahu, Hayun melihat pilot tersebut berada di dekat panel instrumen dan berusaha mengganggu sistem kendali pesawat.

"Dia berusaha mengacaukan instrumen," kata Netanyahu kepada CNN.

Hayun kemudian berusaha mengendalikan pesawat dengan menarik tuas kendali. Pada saat yang sama, seorang penumpang lain bersama seorang awak pesawat melumpuhkan pilot yang diduga menyerang.

Setelah situasi di kokpit berhasil dikuasai, dua pilot yang sedang tidak bertugas dan berada di antara para penumpang mengambil alih kendali pesawat. Euronews, mengutip sejumlah laporan media Israel, menyebut keduanya kemudian membawa pesawat hingga mendarat dengan selamat di Bandara Tabuk, Arab Saudi.

FlyDubai mengatakan dua pesawat pengganti dikirim ke Tabuk untuk membawa penumpang dan awak melanjutkan perjalanan.

Penerbangan yang membawa para penumpang dari Tabuk berangkat pada pukul 17.40 waktu setempat dan tiba di Tel Aviv sekitar pukul 18.40 waktu setempat.

Saat menyambut kedatangan para penumpang di Bandara Ben Gurion, Netanyahu menemui Hayun yang pakaiannya masih berlumuran darah Machchhar. Dalam video resmi yang dirilis Kantor Perdana Menteri, Netanyahu memeluk Hayun dan berkata, "Saya melihatmu dan saya melihat seekor singa – seorang pahlawan besar!"

Pilot yang diduga melakukan penyerangan kini diperiksa di Arab Saudi. Menurut Netanyahu, Uni Emirat Arab telah menyetujui keterlibatan Israel dalam proses pemeriksaan tersebut.

 

Dalam wawancara yang sama, Netanyahu turut menyinggung pengalamannya menghadapi pembajakan pesawat. Ia pernah terluka saat ikut dalam operasi komando Israel pada 1972 untuk membebaskan penumpang pesawat Sabena yang dibajak.

Empat tahun kemudian, kakaknya, Yoni Netanyahu, tewas saat memimpin operasi penyelamatan sandera di Entebbe.

Netanyahu menegaskan bahwa penyelidik sejauh ini belum memiliki informasi spesifik yang menunjukkan Iran terlibat dalam insiden tersebut.

"Para pilot itu berhasil mencegah bencana seperti 9/11 karena dari apa yang terlihat, itulah yang sedang terjadi," ungkap Netanyahu.

Presiden Amerika Serikat Donald Trump menuturkan dirinya telah mendapat penjelasan mengenai insiden FlyDubai dari Netanyahu dan sejumlah pihak lainnya.

Trump menyebut Machchhar sebagai "pahlawan" karena masih mampu membuka pintu kokpit setelah ditikam. Ia juga memuji tindakan Hayun.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya