Program Bedah Rumah 2026 Baru Terealisasi 46,72%

Program Bedah Rumah 2026 baru terealisasi 46,72% dari target 400 ribu unit. Kementerian PKP optimistis target tersebut tercapai.

oleh Arthur GideonDiterbitkan 01 Oktober 2026, 09:00 WIB
Mendagri dan Menteri Ara Luncurkan Program Bedah Rumah (Foto: Istimewa/Liputan6.com)

Liputan6.com, Jakarta - Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) mencatat realisasi program Bedah Rumah atau Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) 2026 telah mencapai 46,72 persen hingga akhir September.

Realisasi tersebut dihitung dari target sebanyak 400 ribu unit rumah yang ditetapkan pemerintah untuk program BSPS tahun ini.

Direktur Jenderal Kawasan Permukiman Kementerian PKP Fitrah Nur mengatakan pelaksanaan program saat ini berjalan berdasarkan usulan yang telah diterima pemerintah. Tidak ada lagi usulan baru yang masuk dalam pelaksanaan program tahun ini.

"Sampai sekarang 46,72 persen se-Indonesia. Tapi bervariasi memang, ada yang lebih tinggi. Usulan sudah enggak ada lagi yang baru. Kita sudah menjalankan yang ada saja sekarang," ujar Fitrah Nur dikutip Antara, Kamis (1/10/2026).

Kementerian PKP mengalokasikan anggaran Rp8,57 triliun untuk mengejar target 400 ribu unit rumah melalui program BSPS pada 2026.

Meski realisasi hingga saat ini belum mencapai separuh dari target, Fitrah optimistis seluruh sasaran program dapat terpenuhi.

"Kita harus yakin itu tercapai," katanya.

Program BSPS merupakan salah satu upaya pemerintah membantu masyarakat berpenghasilan rendah dalam meningkatkan kualitas rumah maupun membangun rumah baru secara swadaya.

Bantuan tersebut diberikan dengan mengedepankan prinsip kegotongroyongan sehingga masyarakat penerima turut terlibat dalam proses pembangunan atau peningkatan kualitas hunian.

Target Bedah Rumah 2027 Capai 315 Ribu Unit

Mendagri dan Menteri Ara Luncurkan Program Bedah Rumah (Foto: Istimewa/Liputan6.com)

Kementerian PKP juga mulai menyiapkan pelaksanaan program Bedah Rumah untuk 2027. Tahun depan, pemerintah menargetkan 315 ribu unit rumah masuk dalam program BSPS.

Fitrah mengatakan persiapan program akan dilakukan lebih awal agar pelaksanaan BSPS 2027 dapat dimulai pada awal tahun.

"Strategi tahun depan kita rencananya di Februari atau Maret sudah mulai. Jadi usulannya kita minta di Desember (2026) sudah masuk," katanya.

Sementara itu, Menteri PKP Maruarar Sirait sebelumnya menyatakan sebagian besar anggaran kementeriannya pada 2027 akan diarahkan untuk program perumahan dan kawasan permukiman.

Dari pagu Rencana Kerja dan Anggaran Kementerian Negara/Lembaga (RKA K/L) 2027 sebesar Rp11,76 triliun, sekitar 92,23 persen atau Rp10,85 triliun dialokasikan untuk Program Perumahan dan Kawasan Permukiman.

Adapun sekitar Rp913,82 miliar dialokasikan untuk Program Dukungan Manajemen.

Dalam rincian program perumahan 2027, alokasi terbesar diarahkan untuk BSPS atau program Bedah Rumah, yakni sekitar Rp8,67 triliun. Anggaran tersebut ditujukan untuk mendukung target 315 ribu unit rumah.

BSPS merupakan bantuan pemerintah bagi masyarakat berpenghasilan rendah untuk meningkatkan kualitas rumah atau melakukan pembangunan rumah baru secara swadaya dengan mengedepankan asas kegotongroyongan.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya