Korban Ledakan di Belgia Menjadi 15 Orang

Media massa Belgia melansir jumlah korban yang tewas sebanyak 15 orang. Namun Juru Bicara Kementerian Kesehatan Belgia menyatakan, hanya dapat mengonfirmasikan 10 orang yang meninggal dunia.

oleh Liputan6Diterbitkan 31 Juli 2004, 07:38 WIB
Liputan6.com, Brussel: Jumlah korban tewas akibat ledakan sebuah pipa gas alam di kawasan industri Ghislenghien, dekat Kota Ath, Belgia selatan, masih simpang siur. Media massa Belgia melansir jumlah korban yang tewas sebanyak 15 orang. Namun Juru Bicara Kementerian Kesehatan mengatakan kepada Associated Press, saat ini pemerintah hanya dapat mengonfirmasikan 10 orang yang meninggal [baca: Ledakan di Pabrik Gas Belgia, Sepuluh Tewas].

Ledakan di kawasan industri yang berjarak sekitar 30 kilometer sebelah tenggara Brussel, itu berlangsung pada pukul 08.30 waktu setempat. Kecelakaan itu terjadi setelah para pekerja bangunan melubangi sebuah jalur distribusi gas. Saking dahsyatnya ledakan, bola-bola api besar membumbung ke angkasa dan getarannya terasa sampai beberapa kilometer. Puluhan mobil serta dua buah pabrik di sekitar ledakan pun hangus terbakar.

Hingga saat ini, 40 orang dari ratusan korban cedera masih dalam keadaan kritis. Para korban dibawa ke sejumlah rumah sakit terdekat. Termasuk ke sebuah rumah sakit di Kota Lille, Prancis utara yang memang berbatasan langsung dengan Belgia. Mereka diangkut dengan menggunakan puluhan ambulans dan enam helikopter militer. Prancis mengerahkan 100 orang petugas medis untuk membantu merawat para korban. Pemerintah Prancis juga mengirimkan empat helikopter dan lebih dari 20 unit rumah sakit bergerak.

Sejauh ini, warga permukiman di dekat lokasi dianjurkan untuk tetap tinggal di dalam rumah dengan pintu dan jendela tertutup guna mencegah masuknya asap. Kendati demikian, Kementrian Kesehatan Belgia menganggap asap itu tidak beracun sehingga tidak diperlukan pengevakuasian.

Seperti dilansir Kantor Berita Reuters, kecelakaan di Ghislenghien itu merupakan ledakan gas yang menelan korban terbanyak di Belgia sejak 1967. Saat itu, sebuah truk tangki yang membawa gas cair meledak dan menewaskan 22 orang. Sementara pada tahun 1956, sebanyak 262 orang meninggal dalam sebuah ledakan bawah tanah di Marcinelle. Korban tewas termasuk 136 pekerja imigran Italia. Kecelakaan di Marcinelle itu tercatat sebagai bencana industri terburuk di Belgia.(DNP/Pin)

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya