Penerbangan Bandara Domine Eduard Osok Tetap Normal di Tengah Kabut Asap

AirNav memastikan penerbangan di Bandara Domine Eduard Osok Sorong tetap normal meski kabut asap karhutla menyelimuti wilayah sekitar.

oleh Arthur GideonDiterbitkan 30 September 2026, 19:20 WIB
Megahnya Bandara Domine Eduard Osok, Sorong, Papua Barat. (Foto: Septian Deny/Liputan6.com)

Liputan6.com, Jakarta - Aktivitas penerbangan di Bandara Domine Eduard Osok (DEO) Sorong, Papua Barat Daya, masih berjalan normal meski kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) menyelimuti Kota Sorong dan sekitarnya.

General Manager AirNav Indonesia Cabang Sorong Nurwenda mengatakan, kondisi kabut asap sejauh ini belum mengganggu operasional penerbangan di Bandara DEO. Jarak pandang di bandara masih berada dalam batas yang memenuhi standar keselamatan penerbangan.

"Memang masalah kabut asap akibat karhutla ini sangat berpengaruh pada penerbangan, namun untuk Bandara DEO masih berjalan normal," katanya dikutip Antara, Rabu (30/9/2026).

Nurwenda menjelaskan, AirNav Indonesia menerapkan prosedur batas minimum lepas landas atau standard takeoff minima bagi penerbangan yang beroperasi ketika bandara terdampak kabut asap maupun gangguan cuaca lainnya.

Bandara DEO juga telah dilengkapi Runway Visual Range (RVR) untuk memantau jarak pandang di landasan pacu. Data tersebut menjadi salah satu acuan untuk menentukan apakah kondisi bandara masih memenuhi persyaratan operasional penerbangan.

"Dampak kabut asap ini kalau di Sorong tidak terlalu. DEO sudah ada Runway Visual Range (RVR). Yang terdampak itu seperti di Bandara Babo dan Fakfak," ujarnya.

 

Menyesuaikan Operasional karena Jarak Pandang

Megahnya Bandara Domine Eduard Osok, Sorong, Papua Barat. (Foto: Septian Deny/Liputan6.com)

Meski Bandara DEO masih beroperasi normal, kabut asap di sejumlah wilayah Papua dan Papua Barat sempat berdampak terhadap penerbangan dari Sorong.

Nurwenda mengatakan, sejumlah penerbangan menuju bandara lain harus menyesuaikan operasional karena jarak pandang di lokasi tujuan tidak memenuhi standar minimum. Salah satunya penerbangan menuju Babo dan Fakfak yang terpaksa kembali ke Sorong.

Untuk memastikan keselamatan penerbangan, AirNav Indonesia Cabang Sorong terus memantau perkembangan kondisi cuaca. Salah satu sumber informasi yang digunakan adalah Automatic Terminal Information Service (ATIS).

Layanan tersebut menyediakan informasi aeronautika dan kondisi cuaca secara berkelanjutan dari BMKG. Informasi itu kemudian menjadi acuan bagi pilot sebelum dan selama penerbangan.

"Data informasi cuaca ini akan diterima pilot untuk mengetahui kondisi cuaca saat itu di bandara tujuan ataupun rute penerbangan yang akan dilalui," katanya.

Sementara itu, Kepala Bandara DEO Sorong Soekarjo mengatakan bandara tersebut melayani sekitar 30 penerbangan setiap hari. Aktivitas penerbangan didukung oleh delapan operator atau maskapai yang melayani penumpang maupun pengiriman barang.

"Di Bandara DEO ada sekitar delapan operator penerbangan yang melayani arus penumpang dan barang," ujarnya.

 

Penerbangan Garuda

General Manager Garuda Indonesia Sorong Nadia juga memastikan penerbangan Garuda Indonesia dari dan menuju Sorong masih berjalan normal meski kabut asap menyelimuti Kota Sorong.

"PT Garuda Indonesia saat ini melayani dua penerbangan Jakarta-Sorong dan sebaliknya Sorong-Jakarta. Sampai saat ini jadwal penerbangan Garuda Indonesia di Bandara DEO normal," katanya.

Nadia mengatakan, Garuda Indonesia bersama AirNav Indonesia dan BMKG Sorong terus memperbarui informasi cuaca. Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan setiap penerbangan tetap memenuhi standar keselamatan.

"Setiap hari, satu jam sebelum penerbangan kami selalu memperbarui data dari BMKG soal cuaca. Teman-teman dari AirNav juga membantu kami untuk menentukan penerbangan diperbolehkan atau tidak," ujarnya.

Selain itu, BMKG Sorong melaporkan kondisi cuaca di Bandara DEO setiap 30 menit. Pemantauan tersebut dilakukan untuk mengetahui perubahan jarak pandang secara berkala.

Berdasarkan hasil pemantauan, jarak pandang di Bandara DEO untuk kegiatan lepas landas dan pendaratan masih berada di atas ambang batas minimum. 

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya