Pesawat FlyDubai Mendarat Darurat Gara-gara Pilot dan Kopilot Cekcok

Pesawat FlyDubai mendarat darurat di Arab Saudi setelah pilot dan kopilot cekcok di kokpit.

oleh Septian DenyDiterbitkan 30 September 2026, 18:00 WIB
Ilustrasi pesawat terbang (dok.unsplash/ Leio McLaren)

Liputan6.com, Tel Aviv - Keributan antara pilot pesawat penumpang yang terbang dari Dubai menuju Tel Aviv dilaporkan memicu pengaktifan kode pembajakan sebelum pesawat tersebut mendarat di Arab Saudi pada Rabu, seperti dilaporkan harian Israel, Ynet.

Dikutip dari TRT World, Rabu (30/9/2026), pesawat yang membawa 174 penumpang tersebut semula dijadwalkan mendarat di Bandara Ben Gurion, Israel. Namun, pesawat sempat mengirimkan sinyal darurat sebelum akhirnya dialihkan dan mendarat di Bandara Tabuk, Arab Saudi.

BACA JUGA: Negosiasi 21 Jam Gagal, Warga Iran & Israel Berikan Reaksi Berbeda

Menurut laporan Ynet, kode yang menunjukkan kemungkinan pembajakan diaktifkan ketika terjadi keributan di dalam kokpit.

Sekitar 90 menit setelah lepas landas, saat memasuki wilayah udara Yordania, pesawat mengirimkan kode "7700", yang merupakan kode internasional untuk keadaan darurat umum.

Tidak lama kemudian, pesawat mengirimkan kode "7500", yang digunakan untuk menunjukkan adanya gangguan ilegal terhadap pesawat, termasuk kemungkinan pembajakan.

Pada waktu yang hampir bersamaan, pesawat mengubah arah penerbangan, kembali memasuki wilayah udara Arab Saudi, dan terbang pada ketinggian rendah di atas negara tersebut.

Pesawat sempat bergerak ke arah selatan sebelum berbelok ke barat, tetap berada di wilayah udara Arab Saudi, hingga akhirnya mendarat di negara tersebut.

Keributan Pilot dan Kopilot

Saluran televisi Israel Channel 12 kemudian melaporkan bahwa insiden tersebut tampaknya tidak berkaitan dengan masalah keamanan. Pihak berwenang masih memeriksa kemungkinan sinyal darurat tersebut aktif secara tidak sengaja akibat pertengkaran antara pilot dan kopilot.

Menurut laporan tersebut, awak penerbangan terdiri atas seorang pilot berkebangsaan Rusia dan kopilot asal Ukraina.

Ynet melaporkan bahwa FlyDubai kemudian memberi tahu pihak berwenang Israel bahwa pesawat pengganti akan dikirim dari Dubai ke Arab Saudi untuk membawa kembali penumpang asal Israel yang berada dalam penerbangan tersebut.

Sementara itu, Otoritas Bandar Udara Israel membantah laporan yang menyebut wilayah udara negara itu sempat ditutup selama insiden berlangsung.

Namun, pejabat senior industri penerbangan Israel mengatakan dugaan adanya insiden keamanan dalam penerbangan FlyDubai tersebut masih belum dapat dikesampingkan, menurut Ynet.

Berdasarkan penilaian awal yang dikutip para pejabat tersebut, salah satu pilot diduga "berusaha menyebabkan kecelakaan", sementara pilot lainnya berhasil menggagalkan upaya tersebut dengan bantuan penumpang asal Israel.

Kantor Perdana Menteri Israel menyatakan situasi terkendali. Pemerintah juga mengatakan semua sarana saat ini dikerahkan untuk mengembalikan para penumpang asal Israel ke Israel dengan selamat.

 

 

 

Bukan Pilot Rusia dan Kopilot Ukraina

Namun menurut laporan terbaru APA, pilot yang dilaporkan membahayakan penumpang dalam insiden di pesawat FlyDubai tersebut merupakan warga negara Oman. Sementara itu, kapten pesawat tersebut merupakan warga negara Uni Emirat Arab (UEA), menurut laporan media Israel.

Informasi itu sekaligus membantah laporan sebelumnya yang menyebut awak kokpit pesawat tersebut terdiri atas pilot berkewarganegaraan Rusia dan kopilot asal Ukraina. Menurut laporan terbaru, informasi mengenai kewarganegaraan Rusia dan Ukraina tersebut belum terkonfirmasi.

Pesawat FlyDubai dengan nomor penerbangan FZ1073 kemudian dialihkan ke Tabuk, Arab Saudi, setelah kedua pilot terlibat perkelahian fisik selama penerbangan. Pesawat tersebut mendarat dengan selamat di Tabuk.

Menurut Reuters, pesawat mengalami penurunan ketinggian secara tajam sekitar 4,3 kilometer dalam waktu singkat selama penerbangan. Pesawat juga mengirimkan sejumlah sinyal darurat selama insiden tersebut.

Penerbangan FZ1073 sebelumnya dijadwalkan terbang dari Dubai menuju Tel Aviv. Namun, insiden di dalam kokpit membuat pesawat dialihkan hingga akhirnya mendarat di Arab Saudi.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya