PNM dan Kementerian UMKM Luncurkan Program Laksmi 2026, Dorong Perempuan Naik Kelas

PNM dan Kementerian UMKM meluncurkan Laksmi 2026 di Jawa Timur untuk memperkuat usaha mikro perempuan dan mendorong KPM PKH mandiri.

oleh Wuri AnggariniDiterbitkan 30 September 2026, 16:00 WIB
PNM dan Kementerian UMKM luncurkan program Laksmi 2026.

Liputan6.com, Jakarta - Kementerian UMKM resmi meluncurkan Program Laksmi 2026 di Provinsi Jawa Timur. Peluncuran berlangsung pada Rabu, 23 September 2026, di Taman Budaya Jawa Timur, Surabaya.

Laksmi merupakan program pendampingan yang ditujukan bagi usaha mikro perempuan. Program ini dirancang untuk memperkuat kapasitas kewirausahaan dasar, mulai dari mengenalkan pola fokus usaha, manajemen usaha dasar, berbagi pengalaman antarpelaku usaha, hingga onboarding platform SAPA UMKM sebagai tahap awal pendampingan di wilayah Jawa Timur.

Program tersebut secara khusus menyasar Keluarga Penerima Manfaat (KPM) Program Keluarga Harapan (PKH) agar dapat meningkatkan kapasitas usaha dan secara bertahap mencapai kemandirian ekonomi. Dengan demikian, para penerima manfaat diharapkan tidak terus bergantung pada bantuan sosial.

Melalui sinergi Kementerian UMKM dan PT Permodalan Nasional Madani (Persero) atau PNM, para KPM didorong untuk mengembangkan usaha, memperkuat kemampuan berwirausaha, serta meningkatkan kesejahteraan keluarga secara bertahap.

Pada tahap awal, Program Laksmi 2026 menjangkau sekitar 500 pengusaha mikro perempuan. Dari jumlah tersebut, 250 orang di antaranya merupakan nasabah PNM. Hal ini menunjukkan keterkaitan langsung antara sasaran program dengan basis usaha mikro yang selama ini dibina PNM di lapangan.

Perkuat Sinergi Pembiayaan dan Pemberdayaan Usaha Mikro

Peluncuran Laksmi 2026 berlangsung bersamaan dengan penandatanganan Nota Kesepahaman antara Kementerian UMKM dan PT Permodalan Nasional Madani (Persero). Penandatanganan dilakukan oleh Direktur PNM dan Sekretaris Menteri UMKM RI, disaksikan langsung oleh Menteri UMKM Maman Abdurrahman, S.T. dan Menteri Sosial Saifullah Yusuf. Nota kesepahaman ini menjadi landasan formal bagi kedua pihak untuk menyinergikan program pembiayaan dan pemberdayaan usaha mikro secara berkelanjutan, sekaligus memastikan pendampingan terhadap KPM PKH dalam Laksmi 2026 berjalan sesuai ruang lingkup kerja sama yang disepakati.

Kegiatan turut dihadiri Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Dardak, Sekretaris Kementerian UMKM Loto Srinaita Ginting, Deputi Bidang Usaha Mikro Riza Damanik, Deputi Bidang Kewirausahaan M. Riza Damanik, dan Direktur Jenderal Pemberdayaan Sosial Kementerian Sosial Mira Riyati Kurniasih. PNM diwakili oleh Wakil Direktur Utama PT Permodalan Nasional Madani (Persero) Sunar Basuki.

Dalam keynote speech sekaligus meluncurkan Program Laksmi 2026, Maman Abdurrahman mengaitkan semangat program ini dengan Surah Al-Baqarah ayat 261, yang memberikan perumpamaan bahwa infak di jalan Allah SWT bagaikan sebutir benih yang menumbuhkan tujuh bulir dan setiap bulir menghasilkan seratus biji.

"Pesan itu menjadi dorongan agar para ibu memiliki semangat untuk berbagi, berusaha, dan bergerak dari posisi penerima menjadi pihak yang mampu membantu orang lain. Sejalan dengan prinsip bahwa tangan di atas lebih baik daripada tangan di bawah, kita berharap para KPM memiliki keyakinan dan semangat untuk meningkatkan kemandirian serta mengangkat derajat keluarganya," ujar Maman Abdurrahman.

Sunar Basuki menyampaikan bahwa PNM memiliki peran strategis dalam mendukung pengembangan usaha ultra mikro melalui tiga fungsi utama yaitu pembiayaan, pendampingan, dan pemberdayaan. Menurutnya penguatan ekosistem usaha mikro perlu menghubungkan pembiayaan dengan akses layanan, pasar, dan jejaring, sehingga sinergi dengan Kementerian UMKM melalui Program Laksmi menjadi langkah konkret untuk mendorong KPM PKH keluar dari ketergantungan bantuan sosial.

"Kerja sama ini bukan sekadar seremoni penandatanganan, tetapi menjadi landasan untuk menerjemahkan sinergi antara PNM dan Kementerian UMKM ke dalam program yang konkret dan terukur bagi pelaku usaha mikro," ujar Sunar Basuki.

Pendampingan UMKM Inklusif hingga Onboarding SAPA UMKM

Sejalan dengan semangat tersebut, rangkaian acara turut diisi penyerahan fasilitasi dan pendampingan UMKM inklusif meliputi bantuan Program Penguatan Sektor Ekonomi serta layanan pendampingan melalui PNM Mekaar dan PNM ULaMM. Fasilitasi ini melengkapi cakupan pendampingan Laksmi agar manfaatnya langsung dirasakan peserta, khususnya KPM PKH, di hari peluncuran.

Rangkaian kegiatan ditutup dengan sesi foto bersama dan onboarding SAPA UMKM. Kementerian UMKM dan PNM berharap koordinasi pascapenandatanganan terus dikawal agar Program Laksmi dapat ditindaklanjuti secara konsisten hingga benar-benar mengantarkan KPM PKH menuju kemandirian ekonomi di Jawa Timur.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya