Liputan6.com, Jakarta - CEO Meta Mark Zuckerberg naik ke posisi keempat dalam daftar orang terkaya di dunia setelah saham perusahaan induk Facebook tersebut melonjak lebih dari 4% pada akhir pekan lalu.
Kenaikan saham Meta membuat kekayaan Zuckerberg mencapai sekitar US$ 266,4 miliar. Ia berhasil menyalip pendiri Dell Technologies, Michael Dell, dalam daftar miliarder versi Forbes.
Advertisement
Untuk diketahui, saham Meta ditutup naik 4,5% menjadi US$ 777,59 per saham pada kamis pekan lalu. Harga tersebut sekaligus menjadi level penutupan tertinggi saham Meta sepanjang 2026.
Dikutip dari Forbes, Rabu (30/9/2026), penguatan saham Meta terjadi setelah perusahaan memperkenalkan Muse, agen kecerdasan buatan (AI) personal yang menjadi bagian dari pengembangan produk AI Meta.
Optimisme terhadap Muse turut mendorong kekayaan Zuckerberg. Saham Meta telah menguat sekitar 17,8% sejak awal 2026. Kenaikan harga saham tersebut turut meningkatkan nilai kepemilikan Zuckerberg di perusahaan yang dipimpinnya.
Sementara itu, kekayaan Michael Dell turun hampir US$ 5 miliar pada Kamis menjadi sekitar US$ 265,4 miliar. Penurunan tersebut terjadi seiring saham Dell Technologies yang melemah 2,5% menjadi US$ 536,02 per saham.
Saham Dell Technologies juga mencatat penurunan selama lima hari perdagangan berturut-turut. Secara mingguan, saham perusahaan tersebut telah terkoreksi hampir 9%.
Meski demikian, kinerja saham Dell Technologies sepanjang tahun masih sangat kuat. Harga sahamnya telah melonjak sekitar 325% sejak awal 2026, dari sekitar US$ 127 pada awal tahun.
AI Jadi Pendorong Kekayaan Miliarder Teknologi
Perubahan posisi Zuckerberg dan Dell menunjukkan besarnya pengaruh pergerakan saham perusahaan teknologi terhadap kekayaan para pendirinya.
Kekayaan Dell sebelumnya sempat melonjak pada September dan membuatnya menempati posisi kedua dalam daftar miliarder Forbes setelah menyalip salah satu pendiri Google, Larry Page.
Dell Technologies turut menikmati lonjakan permintaan perangkat keras yang berkaitan dengan perkembangan AI. Dalam laporan keuangan terbarunya, perusahaan mencatat pendapatan US$ 47 miliar, termasuk US$ 16,4 miliar dari bisnis server AI.
Di sisi lain, Meta juga mencatat pertumbuhan bisnis yang kuat. Pendapatan perusahaan pada kuartal II 2026 meningkat 28% menjadi US$ 60,8 miliar.
Meta juga terus meningkatkan investasi di bidang AI. Perusahaan memperkirakan belanja modal atau capital expenditure (capex) mencapai US$ 130 miliar hingga US$ 145 miliar sepanjang 2026.
Muse juga menunjukkan perkembangan pesat. Produk AI tersebut bahkan sempat menduduki posisi teratas dalam daftar aplikasi gratis terpopuler di App Store, mengungguli ChatGPT.