Liputan6.com, Jakarta - Gunung Semeru di Lumajang Jatim kembali erupsi pada Rabu pagi (30/9/2026), pukul 08.02 WIB. Laporan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) menyebutkan, tinggi kolom letusan teramati mencapai 1.000 meter di atas puncak, atau sekitar 4.676 meter di atas permukaan laut.
Kolom abu teramati berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas tebal ke arah timur laut. Erupsi terekam di seismograf dengan amplitudo maksimum 22 mm dan durasi 155 detik.
Advertisement
Sebelumnya, Gunung Semeru juga erupsi pagi ini pukul 05.58 WIB, dengan tinggi kolom abu teramati mencapai 1.000 meter di atas puncak, atau sekitar 4.676 meter di atas permukaan laut.
Petugas Pos Pantau Gunung Semeru Mukdas Sofyan mengimbau masyarakat dan wisatawan yang berada di sekitar lokasi Gunung Semeru untuk tidak melakukan aktivitas apapun di sektor tenggara di sepanjang Besuk Kobokan, sejauh 13 km dari puncak (pusat erupsi).
"Di luar jarak tersebut, masyarakat tidak melakukan aktivitas pada jarak 500 meter dari tepi sungai (sempadan sungai) di sepanjang Besuk Kobokan karena berpotensi terlanda perluasan awan panas dan aliran lahar hingga jarak 17 km dari puncak," imbaunya.
Warga juga diimbau untuk tidak beraktivitas dalam radius 5 Km dari kawah/puncak Gunung Api Semeru karena rawan terhadap bahaya lontaran batu (pijar). Serta selalu waspada terhadap potensi awan panas, guguran lava, dan lahar di sepanjang aliran sungai/lembah yang berhulu di puncak Gunung Api Semeru, terutama sepanjang Besuk Kobokan, Besuk Bang, Besuk Kembar, dan Besuk Sat serta potensi lahar pada sungai-sungai kecil yang merupakan anak sungai dari Besuk Kobokan.
Aktivitas Gunung Semeru
Berdasarkan data PVMBG, menurut hasil pemantauan sepanjang Rabu (30/9/2026), pukul 00.00-06.00 WIB, Gunung Semeru mengalami 27 kali gempa Letusan/Erupsi dengan amplitudo 12-25 mm, dan lama gempa 59-137 detik, kemudian 2 kali gempa Guguran dengan amplitudo 2-4 mm dan lama gempa 60-74 detik, lalu 2 kali gempa Hembusan dengan amplitudo 4-8 mm, dan lama gempa 40-56 detik.
Dalam pengamatan itu juga tercatat 1 kali Harmonik dengan amplitudo 6 mm, dan lama gempa 139 detik, 2 kali gempa Tektonik Jauh dengan amplitudo 19-23 mm, S-P 19-24 detik dan lama gempa 55-74 detik.