Jalan Elon Musk Kembali Menyandang Status Triliuner Tersendat

Kekayaan Elon Musk yang mencapai US$ 925 miliar tersendat menuju status triliuner, seiring investor menanti Tesla Roadster dan Starship SpaceX.

oleh Thurfah Mahira AhnafDiterbitkan 29 September 2026, 21:00 WIB
Elon Musk. (Patrick Pleul/Pool via AP, File)

Liputan6.com, Jakarta - Jalan Elon Musk menuju status triliuner tersendat seiring Tesla dan SpaceX terus kehilangan momentum pasar. Kekayaan Elon Musk saat ini US$ 925 miliar atau Rp 16.620 triliun (asumsi kurs dolar AS terhadap rupiah 17.970), naik lebih dari US$ 305 miliar atau Rp 5.480 triliun sejak Januari.

Meski melambat, angka ini masih jauh lebih tinggi dibandingkan gabungan kekayaan tiga miliarder terkaya berikutnya.

Kekayaan Elon Musk akan bereaksi terhadap perkembangan besar Tesla dalam waktu dekat, dikutip dari Yahoo Finance, Selasa (29/9/2026), salah satunya peluncuran Tesla Roadster yang telah tertunda bertahun-tahun.

Roadster versi dasar akan dibanderol mulai sekitar US$ 200.000 atau Rp 3,5 miliar, menjadikannya kendaraan termahal Tesla. Sementara itu, versi Founders Series akan dibanderol mulai US$ 250.000 atau Rp 4,4 miliar dengan batas produksi seribu unit.

Saham Tesla juga akan bergerak karena data pengiriman kuartal ketiga yang banyak diawasi pasar. Sebagian besar trader di platform prediksi Polymarket memperkirakan angka pengiriman di kisaran 450-475 ribu unit sepanjang kuartal ini.

Sebagai perbandingan, Tesla mengirimkan 480 ribu unit pada kuartal kedua 2026, setelah memproduksi 450 ribu unit. Perusahaan itu diuntungkan lonjakan harga bensin dan solar yang mendorong lebih banyak orang beralih ke kendaraan listrik (EV).

Salah satu contoh nyata dari tren ini terlihat di Eropa, di mana Tesla meningkatkan produksinya seiring naiknya permintaan. Namun, biaya operasional perusahaan itu juga terus melonjak, menyebabkan arus kas bebas negatif.

 

SpaceX Siap Uji Coba Starship Generasi Terbaru

Roket raksasa Starship milik SpaceX melakukan uji penerbangan dari Starbase, Texas, Jumat, 22 Mei 2026. (AP Photo/Eric Gay)

Selain itu, bisnis robotaxi Tesla bersaing ketat dengan Waymo, yang didukung raksasa teknologi Alphabet.

Sementara, saham SpaceX relatif stabil dalam beberapa hari terakhir, diperdagangkan di level US$ 148 atau Rp 2.659.338, naik 40% dari titik terendahnya tahun ini, meski masih turun 34% dari rekor tertingginya sepanjang masa.

Saham ini akan tetap menjadi sorotan pekan ini karena peluncuran orbital pertama pada Senin. Uji coba ini akan membawa versi ketiga Starlink ke luar angkasa, yang diharapkan bisa meningkatkan kapasitas dan kecepatan layanan per satelit.

Bisnis Starlink sendiri tercatat meraup lebih dari US$ 4,29 miliar atau Rp 77 triliun pada kuartal kedua, menyumbang 53% pendapatan SpaceX. Analis memperkirakan pendapatan perusahaan itu akan terus tumbuh dalam beberapa tahun mendatang.

Perkiraan rata-rata menunjukkan pendapatan SpaceX akan melonjak menjadi US$ 44 miliar atau Rp 790 triliun tahun ini, kemudian menjadi US$ 108,3 miliar atau Rp 1.945 triliun tahun depan. Sebagian besar pertumbuhan ini diperkirakan berasal dari bisnis pusat data (data center) milik perusahaan.

Sebagian besar kekayaan Musk berasal dari kepemilikan sahamnya di SpaceX, yakni sekitar 48,5%. Ia juga memegang sekitar 20,3% saham Tesla, serta saham besar di Neuralink dan The Boring Company.

 

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya