Liputan6.com, Jakarta - Kenneth William, yang dikenal dengan nama Kenwilboy, membangun karier di dunia trading setelah melewati serangkaian kegagalan dalam usaha dan mengalami masa ketika terlilit utang. Pada usia 25 tahun, ia memiliki kekayaan bersih yang disebut mencapai Rp100 miliar, dengan sebagian besar berasal dari aktivitas trading.
Perjalanan Kenneth di dunia trading bermula pada 2019. Ia mengaku tidak langsung memperoleh hasil dari aktivitas tersebut. Berulang kali mengalami kegagalan menjadi bagian dari proses yang kemudian membentuk cara pandangnya terhadap pasar, terutama dalam mengelola risiko dan mengambil keputusan.
Advertisement
“Saya sendiri juga begitu waktu pertama kali trading. Berkali-kali gagal, kebanyakan karena salah memahami pasar. Maklum, masih pemula,” kenang Kenneth.
Sebelum menekuni trading, Kenneth mencoba membangun sejumlah usaha. Ia pernah menjalankan bisnis e-commerce hingga agensi pemasaran. Beberapa usaha tersebut tidak berjalan sesuai harapan dan membuatnya menghadapi tekanan finansial. Pengalaman itu kemudian menjadi bagian penting dalam perjalanan Kenneth ketika mencari bidang yang ingin ditekuni dalam jangka panjang.
Ketertarikannya terhadap aktivitas analitis sebenarnya sudah terlihat sejak kecil. Kenneth dikenal memiliki kemampuan yang menonjol dalam matematika dan sains. Kondisi ekonomi keluarga membuatnya tidak melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi sehingga ia memilih mencari pengalaman melalui dunia usaha.
Setelah mulai menekuni trading, Kenneth membagikan aktivitasnya melalui konten digital dan siaran langsung. Dalam siaran tersebut, ia trading secara langsung di depan kamera. Audiens dapat mengikuti proses pengambilan keputusan yang ia lakukan saat pasar bergerak.
Cara tersebut kemudian membuat nama Kenwilboy berkembang di kalangan masyarakat yang mengikuti dunia trading. Kenneth juga mendirikan Alpha Institute pada 2022 sebagai komunitas yang berfokus pada pembelajaran trading. Hingga kini, ribuan orang disebut telah bergabung dalam komunitas tersebut.
Melalui Alpha Institute, Kenneth memberikan materi pembelajaran mengenai pasar, analisis, serta pengelolaan risiko. Materi-materi itu ia nilai sebagai bekal penting bagi pemula. Menurut Kenneth, persepsi mengenai trading sebagai sarana memperoleh keuntungan dalam waktu singkat masih menjadi salah satu tantangan dalam edukasi pasar. Ia menilai calon trader perlu memahami bahwa kemampuan tersebut terbentuk melalui proses yang panjang.
“Banyak orang melihat trading sebagai jalan pintas untuk sukses cepat. Padahal, yang dibutuhkan adalah perjalanan panjang untuk belajar pasar dan risiko dengan disiplin,” katanya.
Kini, pengalaman tersebut menjadi dasar bagi Kenneth untuk memperluas kiprahnya. Ia membawa nama Kenwilboy melalui konten dan aktivitas komunitas, sembari mengejar cita-cita agar trader asal Indonesia dapat dikenal oleh audiens internasional. Perjalanan itu membuat aktivitas Kenneth berkembang dari trading untuk dirinya sendiri menuju upaya membangun komunitas yang mengikuti proses belajar trading secara lebih terarah.