Liputan6.com, Jakarta - LRT Jabodebek mengalami gangguan pada Selasa pagi (29/9/2026). Sejumlah penumpang membagikan pengalaman mereka melalui media sosial Threads, salah satunya A Surya Nugraha melalui akun @asuryaanugraha.
Surya mengaku naik LRT Jabodebek dari Stasiun Bekasi Barat pada pukul 06.55 WIB. Dalam perjalanan, kereta mengalami gangguan dan sempat melakukan pengereman mendadak di Stasiun Cikunir 1 dan Cikunir 2.
Advertisement
"Kereta mengalami gangguan, dua kali melakukan rem mendadak di stasiun Cikunir 1 dan Cikunir 2, alhasil membuat penumpang dan barang-barang ada yang terjatuh," ujar Surya kepada Liputan6.com, Selasa (29/9/2026).
Dia mengatakan kereta juga tidak berhenti di Stasiun Jatibening dan langsung melanjutkan perjalanan. Setelah itu, kereta sempat berhenti cukup lama di antara Stasiun Jatibening dan Stasiun Halim.
"Berhenti cukup lama di antara Stasiun Jatibening-Stasiun Halim. Akhirnya dapet pengumuman kalau kereta mengalami gangguan," kata Surya.
Penumpang kemudian diminta turun di Stasiun Cawang dan melanjutkan perjalanan menggunakan kereta berikutnya. Kondisi tersebut membuat terjadi penumpukan penumpang di Stasiun Cawang.
"Akhirnya semua penumpang diminta turun di Stasiun Cawang dan ganti kereta. Alhasil terjadi penumpukan penumpang di Stasiun Cawang dan buat kami penumpang rugi waktu," tutup Surya.
Penumpang Pilih Ganti Kendaraan
Pengalaman serupa disampaikan penumpang lain, Adiski melalui akun @adiskalut. Dia mengaku menaiki LRT Jabodebek dari Stasiun Cikunir 2.
"Pas perjalanan dari Cikunir 1 ke Jatibening Baru itu mulai tersendat. Itu sekitar jam 07.04-07.10 WIB," cerita Adiski.
Menurut Adiski, LRT sempat berhenti di Stasiun Jatibening Baru, tetapi posisi kereta tidak tepat di depan pintu peron. Pintu kereta kemudian tidak terbuka dan perjalanan dilanjutkan menuju Halim.
"Pas di Jatibening Baru LRT-nya memang enggak pas berentinya, enggak tepat depan pintu. Dan di Jatibening Baru, LRT-nya akhirnya enggak buka pintu, langsung lanjut lagi ke Halim tanpa buka pintu di Jatibening Baru," kata Adiski.
Dalam perjalanan menuju Halim, kereta juga sempat melakukan pengereman mendadak. Kondisi itu membuat sejumlah penumpang yang berdiri hampir terjatuh.
"Di perjalanan antara Jatibening Baru ke Halim, LRT-nya sempet ngerem mendadak sampai penumpang yang berdiri itu pada hampir jatuh (di peron 4), tapi ada info kalau di peron 1 ada yang sampai jatuh beneran," ucap Adiski.
Setelah itu, penumpang mendapat informasi bahwa perjalanan LRT mengalami gangguan dan hanya dapat dilanjutkan hingga Stasiun Cawang.
"Kemudian pas dari Halim ke Cawang, mulai diinfokan LRT-nya gangguan dan gak bisa lanjut sampe Dukuh Atas cuma bisa sampe Stasiun Cawang," kata Adiski.
Adiski kemudian memilih mencari moda transportasi lain karena kondisi di Stasiun Cawang sudah penuh. Dia juga menyayangkan tidak adanya kompensasi yang diterimanya.
"Aku cari opsi lain karena di Stasiun Cawang udah penuh banget, mau naik LRT selanjutnya juga udah penuh semua. Ada banyak yang pilih ganti kendaraan. Gak ada kebijakan apa-apa (dari LRT Jabodebek), gak keluarin surat keterlambatan kayak KRL," tutup Adiski.
LRT Jabodebek Gangguan, Perjalanan Lain Ikut Terlambat
Sebelumnya, PT Kereta Api Indonesia (Persero) menyampaikan permohonan maaf atas gangguan perjalanan LRT Jabodebek pada Selasa pagi.
Manager of Public Relation LRT Jabodebek Radhitya Mardika mengatakan kendala terjadi pada sarana dengan nomor trainset 29 (TS 29) sekitar pukul 07.10 WIB.
"PT Kereta Api Indonesia (Persero) menyampaikan permohonan maaf kepada pengguna LRT Jabodebek atas kendala pada sarana dengan nomor trainset 29 (TS 29) yang terjadi pada Selasa (29/9/2026) sekitar pukul 07.10 WIB," ujar Radhitya dalam keterangannya, Selasa (29/9/2026).
Penumpang yang berada di dalam perjalanan tersebut kemudian dialihkan ke perjalanan LRT Jabodebek berikutnya di Stasiun Cawang.
"Langkah ini dilakukan untuk memastikan pengguna dapat kembali melanjutkan perjalanannya dengan selamat, aman dan tertib. Kami memahami bahwa kejadian ini sangat mengganggu perjalanan para pengguna, khususnya pada waktu pagi ketika aktivitas cukup tinggi," ucap Radhitya.
Radhitya mengatakan petugas LRT Jabodebek langsung melakukan penanganan terhadap sarana yang mengalami kendala. Keselamatan dan keandalan perjalanan menjadi perhatian utama selama proses tersebut.
"Keselamatan dan keamanan pengguna tetap menjadi prioritas utama. Gangguan perjalanan ini menyebabkan keterlambatan sekitar 2 sampai 6 menit pada perjalanan lain," kata dia.
Radhitya juga mengimbau pengguna mengikuti arahan petugas selama proses penanganan dan pengalihan perjalanan.
"LRT Jabodebek memohon maaf atas adanya gangguan perjalanan ini, dan memohon pengertian serta kesediaan pengguna untuk mengikuti arahan petugas selama proses pengalihan perjalanan," tandas Radhitya.