Liputan6.com, Jakarta - PT Ketrosden Triasmitra Tbk (KETR), emiten bergerak di bidang pembangunan, penjualan dan pemeliharaan jaringan telekomunikasi kabel serat optik mengumumkan perubahan pengendali perseroan setelah PT Inti Mas Bangun Sejahtera (IMBS) mendapatkan 35% saham KETR melalui penawaran tender sukarela.
Jumlah saham yang diperoleh itu setara 994.442.000 saham KETR atau 35% dari seluruh saham yang telah ditempatkan dan disetor penuh dalam perseroan. Demikian mengutip keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), Selasa (29/9/2026).
Advertisement
Seiring pelaksanaan penawaran tender sukarela oleh IMBS itu, telah terjadi pengambilalihan saham perseroan IMBS yang mengakibatkan perubahan pengendalian atas perseroan dari PT Bahtera Bintang Nusantara (BBN) sebagai pengendali lama secara tidak langsung melalui PT Fajar Sejahtera Mandiri Nusantara (FSMN) kepada IMBS sebagai pengendali baru. Hal ini seperti tertuang dalam Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (POJK) Nomor 9/POJK.04/2018 tentang pengambilalihan perusahaan terbuka.
Perseroan menyatakan tidak terdapat hubungan afiliasi antara BBN yang merupakan pengendali lama perseroan secara tidak langsung melalui FSMN dengan pengendali baru yakni IMBS.
"Perubahan pengendalian pada perseroan tidak berdampak negatif terhadap kegiatan operasional, hukum, kondisi keuangan dan kelangsungan usaha perseroan,” tulis Sekretaris Perusahaan PT Ketrosden Triasmitra Henry Rizard Rumopa dikutip dalam keterbukaan informasi BEI.
Berdasarkan data RTI, pada penutupan perdagangan saham sesi pertama, saham KETR stagnan di Rp 1.005 per saham. Harga saham KETR dibuka stagnan di Rp 1.005 per saham. Saham KETR berada di level tertinggi Rp 1.020 dan terendah Rp 950 per saham. Total frekuensi perdagangan saham 5.984 kali dengan volume perdagangan saham 402.765 saham. Nilai transaksi saham Rp 39,9 miliar.
Ada Transaksi 48,3 Juta Saham KETR, Nilainya Sentuh Rp 9,6 Miliar
Sebelumnya, pemegang saham PT Ketrosden Triasmitra Tbk (KETR), emiten bergerak di industri jasa telekomunikasi kabel serat optik ini melakukan transaksi jual beli saham KETR pada 17 September 2026.
Mengutip keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), ditulis Senin, (21/9/2026), pemegang saham KETR yakni Dani Samsul Ependi membeli 48.301.257 saham KETR dengan harga Rp 200 per saham pada 17 September 2026. Nilai pembelian saham itu mencapai Rp 9,66 miliar.
"Tujuan transaksi investasi dengan status kepemilikan langsung,” demikian seperti dikutip dari keterbukaan informasi BEI.
Setelah transaksi pembelian saham KETR, Dani memegang 1,7% saham KETR atau setara 48.301.257 saham. Sebelumnya Dani tidak memiliki saham KETR.
Kemungkinan Dani membeli saham KETR milik PT Fajar Sejahtera Mandiri Nusantara. PT Fajar Sejahtera Mandiri Nusantara menjual 48.301.257 saham KETR dengan nilai Rp 200 per saham.
"Tujuan transaksi kebutuhan modal kerja dengan status kepemilikan langsung,” demikian seperti dikutip dari keterbukaan informasi BEI.
Adapun dalam keterbukaan informasi BEI disebutkan PT Fajar Sejahtera Mandiri Nusantara bukan pengendali.
Setelah transaksi penjualan saham KETR, Fajar Sejahtera Mandiri Nusantara memiliki 53,13% saham KETR atau setara 1,50 miliar saham. Sebelumnya, Fajar Sejahtera Mandiri memiliki 54,83% saham KETR atau setara 1,55 miliar saham KETR.