Liputan6.com, Jakarta - Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo menemukan masih adanya titik kekeringan saat turun langsung ke Kabupaten Bekasi, Jawa Barat. Temuan tersebut berbeda dengan laporan kondisi sumber daya air yang sebelumnya terlihat baik.
Kondisi itu membuat Dody meminta Direktorat Jenderal Sumber Daya Air (DJSDA) dan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Citarum segera menangani kebutuhan air untuk pertanian.
Advertisement
“Saya ingin memastikan laporan yang disampaikan teman-teman sumber daya air benar-benar sesuai dengan kondisi di lapangan. Dari laporan, semuanya terlihat baik, tetapi ketika saya turun langsung, ternyata masih ada titik-titik kekeringan," katanya dikutip Selasa (29/9/2026).
Dody menegaskan ketersediaan air untuk persawahan perlu dijaga. Menurut dia, persoalan tersebut telah menjadi perhatian sejak awal tahun.
"Sejak awal tahun, saya sudah mengingatkan agar ketersediaan air untuk sawah dijaga,” kata Dody dalam keterangannya di Jakarta, Selasa.
Kekeringan tersebut menyebabkan sekitar 600 hektare sawah di Kabupaten Bekasi mengalami keterbatasan pasokan air. Kondisi ini berpotensi menghambat aktivitas petani dalam mengolah lahan dan melanjutkan musim tanam.
Operasikan Tiga Unit Pompa
Untuk membantu memenuhi kebutuhan air persawahan, Kementerian PU melalui BBWS Citarum mengoperasikan tiga unit pompa di wilayah Desa Karangharja, Kecamatan Pebayuran, Kabupaten Bekasi.
Air dari Stasiun Pompa (SP) Kiwing dialirkan menuju lahan persawahan yang membutuhkan pasokan air. Pengaliran dilakukan melalui tiga jalur selang agar air dapat segera menjangkau area sawah terdampak.
Langkah tersebut dilakukan untuk membantu petani yang mengalami keterbatasan pasokan air. Dengan adanya tambahan pasokan, lahan persawahan diharapkan dapat kembali diolah sehingga kegiatan musim tanam tetap berjalan.
Penanganan kekeringan dilakukan setelah Dody meminta jajarannya memastikan kebutuhan air pertanian segera ditangani. Ia juga menekankan pentingnya kesesuaian antara laporan yang diterima pemerintah dengan kondisi nyata di lapangan.
Temuan Dody tersebut menjadi perhatian karena laporan sebelumnya menunjukkan kondisi sumber daya air terlihat baik. Namun, saat dilakukan pengecekan langsung, masih ditemukan sejumlah titik yang mengalami kekeringan.
Membantu Petani
Pelaksana Tugas Kepala BBWS Citarum Abdul Ghoni Majdi mengatakan pengoperasian pompa merupakan langkah penanganan untuk membantu petani yang kesulitan memperoleh air.
“Penanganan kekeringan harus dilakukan secara cepat dan konkret,” ujar Abdul.
Selain mengalirkan air dari SP Kiwing, penanganan kekeringan juga dilakukan untuk memenuhi kebutuhan air persawahan yang terdampak. Sekitar 600 hektare lahan di wilayah tersebut sebelumnya mengalami keterbatasan pasokan air.
BBWS Citarum selanjutnya akan memantau kondisi di lapangan dan mengambil langkah yang diperlukan untuk mendukung kebutuhan air pertanian. Penanganan dilakukan melalui koordinasi dengan pemerintah daerah serta jajaran pengelola sumber daya air.
Dengan langkah tersebut, pemerintah berupaya memastikan persoalan kekeringan tidak hanya teridentifikasi melalui laporan, tetapi juga ditangani berdasarkan kondisi aktual yang ditemukan di lapangan.