Investasi, Presiden Direktur Astra Rudy Beli 4,4 Juta Saham ASII

Presiden Direktur Astra International (ASII) Rudy kini mengenggam 10 juta saham ASII setelah aksi beli pada akhir September 2026.

oleh Agustina MelaniDiterbitkan 29 September 2026, 11:12 WIB
Gedung Astra. Dok Astra

Liputan6.com, Jakarta - Presiden Direktur PT Astra International Tbk, Rudy membeli saham ASII secara bertahap pada akhir September 2026. Aksi pembelian saham ASII ini dilakukan untuk investasi.

Mengutip keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), ditulis Selasa (29/9/2026), Presiden Direktur PT Astra International Tbk Rudy membeli saham ASII dalam tiga tahap pada 24-28 September 2026. Pertama, ia membeli 2.200.000 saham ASII dengan harga Rp 4.760 per saham pada 24 September 2026. Nilai pembelian saham ASII itu mencapai Rp 10,47 miliar.

Kedua, ia kembali beli 2.000.000 saham ASII dengan harga Rp 4.700 per saham pada 25 September 2026. Ketiga, Rudy membeli 200.000 saham ASII dengan harga Rp 4.700 per saham pada 28 September 2026 sehingga nilai pembelian saham mencapai Rp 940 juta.

Dengan demikian, total pembelian saham mencapai 4.400.000 saham ASII dengan nilai transaksi Rp 20,81 miliar.

“Tujuan transaksi investasi dengan status kepemilikan langsung,” demikian seperti dikutip dari keterbukaan informasi BEI.

Setelah transaksi pembelian saham ASII, Rudy mengenggam 10.000.000 saham ASII atau setara 0,0247%. Sebelumnya, ia memiliki 5.600.000 saham ASII atau setara 0,0138%.

Berdasarkan data google finance, harga saham ASII naik 0,21% ke posisi Rp 4.680 per saham pada perdagangan saham Selasa, 29 September 2026. Harga saham ASII berada di level tertinggi Rp 4.670 dan terendah Rp 4.660 per saham. Kapitalisasi pasar saham mencapai Rp 189,06 triliun.

ASII Selesaikan Buyback Saham, Nilai Transaksi Rp 1,99 Triliun

Gedung PT Astra International Tbk (Foto: Astra)

Sebelumnya, PT Astra International Tbk (ASII) mengumumkan untuk menghentikan pembelian kembali (buyback) saham ASII pada 13 Januari 2026. Langkah ini dilakukan perseroan seiring telah terpenuhinya maksimum dana yang dialokasikan untuk buyback saham.

Mengutip keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), Rabu (14/1/2026), manajemen PT Astra International Tbk menyatakan merujuk kepada keterbukaan informasi perseroan Nomor Leg/SRT-1270/AI/2025 perihal rencana pembelian kembali saham dalam kondisi pasar yang berfluktuasi secara signifikan pada 31 Oktober 2025, perseroan telah menyampaikan rencana untuk buyback saham maksimal Rp 2 triliun.

Ketentuan buyback saham itu antara lain jumlah saham yang akan dibeli kembali tidak akan melebihi 20% dari modal ditempatkan dan disetor perseroan. Selain itu, jumlah saham free float setelah pelaksanaan pembelian kembali saham, paling sedikit 7,5% dari modal ditempatkan dan disetor perseroan.

Corporate Secretary PT Astra International Tbk, Gita Tiffani Boer menuturkan, perseroan memutuskan menghentikan buyback saham yang semula direncanakan pada 30 Januari 2026 menjadi berakhir pada 13 Januari 2026 pada sesi kedua perdagangan di BEI.

“Penghentian pelaksanaan pembelian kembali saham ini dilakukan karena telah terpenuhinya maksimum dana yang dialokasikan untuk pembelian kembali saham (di mana sisa dana yang tersedia sudah tidak mencukupi untuk membeli satu lot saham),” ujar dia.

Ia mengatakan, selama periode buyback saham perseroan telah melakukan buyback saham maksimal 305.213.900 saham dengan nilai keseluruhan Rp 1,99 triliun.

Perseroan menyatakan informasi atau fakta material yang diungkapkan dalam laporan ini tidak memiliki dampak material terhadap kegiatan operasional, hukum, kondisi keuangan atau kelangsungan usaha perseroan.

 

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya