Liputan6.com, Jakarta - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengevaluasi penerapan kebijakan ganjil-genap di Jakarta. Menurut Pramono, setiap kebijakan harus memiliki manfaat yang jelas bagi warga Jakarta.
Oleh karena itu, dia tidak ingin kebijakan transportasi hanya dijalankan sebagai formalitas tanpa memberikan perubahan yang signifikan.
Advertisement
"Intinya begini, saya tidak mau kebijakan itu hanya bersifat seremonial dan tidak memberikan dampak yang signifikan bagi perubahan atau bagi masyarakat," kata Pramono di Jakarta, dikutip Selasa (29/9/2026).
Pramono mengatakan, evaluasi akan dibahas bersama Dinas Perhubungan (Dishub) DKI Jakarta. Dia telah dijadwalkan menerima laporan dari Kepala Dishub DKI Jakarta terkait sejumlah kebijakan transportasi, termasuk ganjil-genap dan pelaksanaan hari bebas kendaraan bermotor atau Car Free Day (CFD).
"Saya menerima Kadishub yang akan melaporkan beberapa hal, termasuk di dalamnya ganjil genap, kemudian Car Free Day," ucapnya.
Pramono melanjutkan, apa pun hasil evaluasinya, keputusan terkait ganjil-genap maupun CFD di wilayah Ibu Kota nantinya harus mempertimbangkan manfaat yang diberikan kepada masyarakat.
"Saya berharap apa pun yang nanti akan diputuskan, apakah itu ganjil genap ataukah Car Free Day, itu adalah keputusan yang memberikan manfaat banyak bagi masyarakat Jakarta karena itu menjadi tujuan utama kita semua," tandas Pramono.