8 Aki Pemantau Gunung Anak Krakatau Raib

Saat bersamaan, sejumlah peralatan pemantauan lainnya juga rusak akibat aktivitas erupsi.

oleh Ardi MuntheDiterbitkan 28 September 2026, 22:38 WIB
Selain 8 aki hilang, perangkat pendukung pemantauan, berupa panel surya yang menjadi sumber energi peralatan di kawasan Gunung Anak Krakatau juga rusak. (Liputan6.com/Istimewa).

Liputan6.com, Jakarta - Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) memastikan delapan unit aki yang menjadi bagian dari perangkat pemantauan aktivitas Gunung Anak Krakatau (GAK), Lampung Selatan, dicuri.

Hilangnya komponen vital tersebut menambah kendala pemantauan aktivitas gunung api. Terlebih, sejumlah peralatan pemantauan lainnya juga mengalami kerusakan akibat aktivitas erupsi.

Kepala Pos Pantau Gunung Anak Krakatau Lampung Selatan, Suwarno mengatakan, kepastian hilangnya delapan aki diketahui setelah tim melakukan pengecekan langsung ke kawasan Gunung Anak Krakatau.

"Kemarin setelah tim mendatangi GAK, ada delapan unit accu (aki) yang hilang dicuri," kata Suwarno, Senin (28/9/2026).

Selain kehilangan aki, tim juga menemukan kerusakan pada sejumlah perangkat pendukung pemantauan, termasuk panel surya yang menjadi sumber energi peralatan di kawasan gunung api tersebut.

"Ada 11 solar panel rusak. Kemungkinan besar kerusakan disebabkan terkena lontaran material dari erupsi. Kini yang masih berfungsi tersisa tiga unit," jelasnya.

 

Sumber Daya Listrik Terbatas

Suwarno menjelaskan, keterbatasan sumber daya listrik membuat tidak semua peralatan pemantauan aktivitas Gunung Anak Krakatau bisa kembali difungsikan.

Untuk mengatasi kondisi tersebut, tim telah memasang dua unit aki guna menghidupkan kembali sejumlah perangkat penting.

"Jadi kemarin kita pasang dua accu, itu untuk menyalakan sensor seismik, CCTV, dan radio telemetri yang kemarin sempat rusak pada aktivitas erupsi," tuturnya.

Meski demikian, upaya pemulihan belum bisa dilakukan secara menyeluruh. Sejumlah sensor dan peralatan lainnya terpaksa belum dipasang karena keterbatasan sistem catu daya.

"Untuk sebagian sensor atau peralatan lain terpaksa tidak dipasang dulu karena sistem catu daya yang tidak cukup," imbuh Suwarno.

Kondisi tersebut membuat pemulihan perangkat pemantauan Gunung Anak Krakatau masih bergantung pada ketersediaan sumber energi dan perbaikan peralatan yang rusak.

 

Dicuri Setelah Erupsi Mereda

Suwarno menduga aki-aki tersebut hilang setelah aktivitas erupsi mereda. Namun, pihaknya belum mengetahui secara pasti waktu kejadian maupun pihak yang mengambil perangkat tersebut.

Keberadaan aki sangat penting karena menjadi sumber daya bagi sejumlah perangkat pemantauan untuk merekam dan mengirimkan data aktivitas gunung api kepada petugas.

Informasi kehilangan tersebut telah disampaikan kepada PVMBG di Bandung, Jawa Barat. Pihak Pos Pantau GAK juga masih menunggu arahan dari pusat terkait langkah pelaporan resmi kepada kepolisian.

Suwarno sebelumnya menyatakan pihaknya siap membuat laporan jika mendapat instruksi untuk menindaklanjuti dugaan pencurian tersebut.

Hingga kini, pemulihan perangkat pemantauan masih dilakukan secara bertahap, dengan prioritas mengaktifkan sensor seismik, CCTV, dan radio telemetri.

 

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya