Liputan6.com, Jakarta - Perkembangan teknologi turut mengubah cara masyarakat mengakses berbagai layanan dalam kehidupan sehari-hari, termasuk layanan keuangan. Kemudahan dan kecepatan kini menjadi kebutuhan, tetapi di saat yang sama, layanan yang diberikan juga perlu semakin relevan dengan kondisi setiap penggunanya.
Hal serupa berlaku bagi masyarakat ultra mikro. Di tengah besarnya jumlah nasabah dengan karakteristik usaha dan kebutuhan yang beragam, memperluas jangkauan layanan saja tidak lagi cukup. Tantangan berikutnya adalah bagaimana layanan keuangan dapat semakin sesuai dengan kebutuhan masing-masing nasabah.
Advertisement
Direktur Micro BRI Akhmad Purwakajaya mengatakan, hal tersebut menjadi salah satu fokus Holding Ultra Mikro (UMi) yang menaungi BRI, Pegadaian, dan PNM.
“Dengan skala nasabah Holding Ultra Mikro yang sangat besar, tantangan kita ke depan bukan hanya bagaimana menjangkau lebih banyak masyarakat, tetapi bagaimana memberikan layanan yang semakin relevan sesuai dengan kebutuhan masing-masing nasabah,” ujar Akhmad.
34,7 Juta Data Nasabah Terintegrasi dalam Satu Ekosistem
Data menjadi salah satu bagian penting untuk memahami kebutuhan nasabah dalam skala yang besar. Saat ini, Holding Ultra Mikro telah mengintegrasikan sekitar 34,7 juta data nasabah dalam satu ekosistem.
Integrasi tersebut dapat dimanfaatkan untuk membantu memberikan layanan yang lebih tepat sasaran. Pasalnya, kebutuhan setiap nasabah tidak selalu sama sehingga pemahaman terhadap karakteristik mereka menjadi penting dalam menentukan layanan yang relevan.
Menurut Akhmad, data yang tersedia memungkinkan Holding Ultra Mikro memahami nasabah secara lebih baik, mulai dari histori transaksi dan profil simpanan hingga tingkat kedisiplinan pembayaran serta kehadiran kelompok.
Informasi tersebut kemudian dapat menjadi dasar untuk melihat karakteristik dan kebutuhan masing-masing nasabah. Dengan begitu, skala nasabah yang besar tidak harus diikuti dengan pendekatan layanan yang sama untuk setiap orang.
Dari Data Menuju Layanan yang Lebih Personal
Pemanfaatan data selanjutnya diarahkan untuk mendukung personalisasi layanan. Holding Ultra Mikro menggunakan informasi yang telah terintegrasi sebagai dasar dalam membangun personalized score.
“Data ini menjadi dasar bagi kami untuk membangun personalized score dan memberikan solusi pembiayaan maupun layanan yang lebih sesuai dengan kebutuhan nasabah,” kata Akhmad.
Pendekatan tersebut memungkinkan solusi yang diberikan mempertimbangkan karakteristik masing-masing nasabah. Teknologi pun tidak hanya berfungsi untuk mempermudah proses layanan, tetapi juga membantu menentukan solusi yang lebih relevan.
Ke depan, peran data dan teknologi diperkirakan semakin penting seiring dengan berkembangnya kebutuhan masyarakat ultra mikro.
“Pemanfaatan data dan teknologi akan menjadi kunci untuk menghadirkan layanan yang lebih cepat, lebih mudah, dan lebih personal,” jelas Akhmad.
Teknologi Tetap Berjalan Bersama Sentuhan Manusia
Meski digitalisasi terus berkembang, teknologi bukan satu-satunya bagian dalam membangun layanan bagi masyarakat ultra mikro. Pendampingan tetap diperlukan untuk membantu nasabah berkembang.
“Namun yang terpenting, teknologi tetap harus berjalan bersama dengan pendampingan dan sentuhan manusia,” tutur Akhmad.
Menurutnya, tujuan pemanfaatan teknologi tidak sebatas meningkatkan efisiensi. Teknologi juga diharapkan dapat membantu memastikan semakin banyak masyarakat ultra mikro memiliki kesempatan untuk berkembang dan naik kelas.
Pendekatan tersebut membuat transformasi digital tidak berhenti pada penggunaan teknologi ataupun integrasi data. Teknologi ditempatkan sebagai sarana untuk membantu layanan menjadi lebih mudah sekaligus memberikan dampak yang lebih luas bagi masyarakat.
“Bagi kami, transformasi digital bukan sekadar tentang teknologi, tetapi bagaimana teknologi membantu kita memberikan dampak yang lebih besar bagi masyarakat Indonesia,” pungkas Akhmad.
Dengan jumlah nasabah yang besar dan kebutuhan yang semakin beragam, integrasi data membuka peluang bagi Holding Ultra Mikro untuk menghadirkan layanan yang semakin relevan dan personal. Di sisi lain, pendampingan dan sentuhan manusia tetap berjalan beriringan agar transformasi digital dapat mendukung masyarakat ultra mikro untuk terus berkembang.