5 Tahun Bersinergi, Holding Ultra Mikro Perluas Akses Keuangan Masyarakat

Lima tahun Holding Ultra Mikro memperluas akses keuangan melalui sinergi BRI, Pegadaian, dan PNM untuk membangun ekosistem usaha terintegrasi.

oleh Wuri AnggariniDiterbitkan 28 September 2026, 17:30 WIB
Ilustrasi Holding Ultra Mikro BRI. ©BRI

Liputan6.com, Jakarta - Bagi pelaku usaha ultra mikro, akses terhadap layanan keuangan memiliki peran penting dalam menjaga roda usaha tetap berjalan. Kebutuhannya pun tidak berhenti pada pembiayaan. Kemudahan menyimpan uang, melakukan transaksi, hingga menjangkau layanan keuangan lain juga dapat mendukung mereka dalam menjalankan dan mengembangkan usaha.

Perjalanan lima tahun Holding Ultra Mikro (UMi) menjadi salah satu upaya memperluas akses tersebut. Melalui sinergi BRI, Pegadaian, dan PNM, masyarakat ultra mikro kini terhubung dengan ekosistem layanan keuangan yang semakin terintegrasi.

Direktur Micro BRI Akhmad Purwakajaya. (c) BRI

Direktur Micro BRI Akhmad Purwakajaya dalam sesi Inspirato Liputan6.com mengatakan, selama lima tahun perjalanannya, Holding Ultra Mikro telah menjangkau lebih dari 33,6 juta nasabah pinjaman dan lebih dari 166,34 juta rekening simpanan.

“Perubahan paling signifikan yang dirasakan nasabah adalah semakin luasnya akses masyarakat ultra mikro terhadap layanan keuangan formal, tidak hanya untuk pembiayaan, tetapi juga untuk membangun ekosistem usaha yang lebih lengkap,” ujar Akhmad.

Akses Keuangan Tak Lagi Berhenti pada Pembiayaan

Salah satu transformasi yang dilakukan Holding UMi adalah memperluas akses layanan keuangan sekaligus mendorong transaksi nontunai bagi masyarakat ultra mikro.

Holding UMi menghadirkan produk simpanan Simpedes Ultra Mikro (UMi) untuk mendukung inisiatif cashless disbursement. Melalui skema tersebut, pencairan pinjaman Pegadaian dan Mekaar yang sebelumnya dilakukan secara tunai dialihkan menjadi nontunai melalui rekening BRI.

Sejak Holding UMi berdiri, tercatat telah terbentuk 18,58 juta rekening Simpedes UMi. Melalui inisiatif cashless disbursement tersebut, Pegadaian juga telah menyalurkan Pinjaman Gadai dengan total Rp276,02 triliun melalui rekening BRI.

Sementara itu, PNM telah menyalurkan Pinjaman Mekaar dengan total Rp193,2 triliun melalui rekening BRI.

Langkah tersebut menunjukkan bagaimana akses pembiayaan dapat sekaligus menjadi pintu masuk bagi masyarakat ultra mikro untuk semakin dekat dengan layanan keuangan formal.

Integrasi BRI, Pegadaian, dan PNM Bikin Layanan Makin Dekat

Integrasi Holding Ultra Mikro BRI. ©BRI

Transformasi Holding Ultra Mikro juga dilakukan melalui integrasi layanan BRI, Pegadaian, dan PNM. Salah satunya diwujudkan melalui Colocation SenyuM atau Sentra Layanan Ultra Mikro.

Saat ini tersedia 1.034 Colocation SenyuM yang memberikan kemudahan bagi masyarakat ultra mikro dalam mengakses berbagai kebutuhan layanan keuangan dalam satu ekosistem.

Integrasi turut diperkuat melalui aplikasi Senyum Mobile yang menghubungkan tenaga pemasar dari ketiga entitas secara real-time. Di sisi lain, optimalisasi Agen BRILink juga membuka akses terhadap beragam produk dalam ekosistem tersebut.

Tercatat sebanyak 475.421 referral berhasil direalisasikan atau sekitar 70,5% dari total 673.862 referral yang tercipta dari seluruh kanal pemasaran. Produk yang direferensikan mencakup pinjaman BRI seperti Kupedes dan KUR, Simpedes UMi BRI, Pinjaman Gadai, Tabungan Emas dan Cicil Emas Pegadaian, hingga Pinjaman Mekaar PNM.

“Transformasi terbesar Holding Ultra Mikro bukan hanya memberikan akses pembiayaan, tetapi membangun ekosistem yang membantu masyarakat ultra mikro semakin mudah mendapatkan layanan keuangan, mengembangkan usaha, dan memiliki peluang untuk naik kelas,” jelas Akhmad.

Perluas Inklusi Keuangan Masyarakat

Integrasi ekosistem tersebut juga menjadi bagian dari upaya memperluas inklusi keuangan masyarakat. Mengacu pada Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan OJK 2025 yang disebut dalam wawancara, Indeks Inklusi Keuangan nasional mencapai 80,51%.

Sementara dalam Sustainability Report BRI, kontribusi BRI terhadap inklusi keuangan tercatat sebesar 64,5%. Upaya tersebut didukung lebih dari 15.100 unit kerja BRI, PNM, dan Pegadaian, serta BRImo, e-channel, dan Agen BRILink.

Berbagai kanal tersebut melayani beragam aktivitas masyarakat, mulai dari pembukaan rekening simpanan, referral produk pinjaman dan gadai, penjualan emas, hingga perluasan akses terhadap layanan keuangan lainnya.

Setelah lima tahun, perjalanan Holding Ultra Mikro pun tidak hanya menggambarkan semakin luasnya akses terhadap modal. Integrasi BRI, Pegadaian, dan PNM membentuk ekosistem yang memungkinkan masyarakat ultra mikro menjangkau layanan keuangan yang lebih beragam.

Ekosistem tersebut sekaligus menjadi fondasi untuk membuka kesempatan lebih besar bagi pelaku usaha ultra mikro dalam mengembangkan usahanya dan melangkah menuju tingkat usaha berikutnya.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya