Pedagang Keluhkan Harga Daging Sapi Tak Kunjung Turun

Harga daging saat ini sudah tergolong mahal. Harga normal berada di kisaran Rp 130.000 per kg.

oleh Thurfah Mahira AhnafDiterbitkan 28 September 2026, 12:45 WIB
Aktivitas pedagang daging sapi di Pasar Kebayoran Lama, Jakarta saat melayani pembeli, Kamis (4/4/2024). (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Liputan6.com, Jakarta - Harga daging sapi di Pasar Gondangdia masih tinggi di level Rp 150.000 per kg pada Senin (28/9/2026). Sementara itu, harga daging ayam relatif stabil dibandingkan pekan lalu.

Emus (44 tahun), pedagang daging sapi, menyebut harga belum berubah. "150," ujarnya ketika ditemui. Terkait kategori harganya naik atau turun dari pekan lalu, ia menjawab, "Masih standar gitu."

Menurut Emus, harga saat ini sudah tergolong mahal. Harga normal berada di kisaran Rp 130.000 per kg, lalu naik sekitar Rp 20.000 sejak Lebaran.

"Dari harga Lebaran baru turun 5.000," keluhnya.

Soal peluang harga turun, Emus justru memperkirakan sebaliknya. "Kalau mungkin lebaran menaik lagi. Pasti naik kalau lebaran mah," ujarnya, menyebut kenaikan juga terjadi menjelang puasa, sehingga harga daging dinilai sulit turun.

Di lapak ayam, Mutia (25 tahun), pedagang ayam potongan, menilai harga ayam masih tergolong stagnan selama sepekan ini. "Masih sama sih harganya," Harga daging ayam saat ini Rp 40.000–Rp 46.000 per kg.

Sementara, ia menjual daging ayam per ekor. Potongan berukuran terbesar Rp 55.000–Rp 60.000 per ekor dan terkecil Rp 30.000–Rp 35.000. Ayam potongan bagian dijual Rp 15.000–Rp 25.000.

Soal pergerakan harga, ia menyebut tidak ada gejolak berarti. "Naiknya stabil sih. Ya masih mirip-mirip," tuturnya. Mutia melanjutkan, "Paling turun-turun nggak banyak, kadang naik juga tiap hari beda-beda."

Daftar Harga Daging dan Telur:

  • Harga daging sapi: Rp 150.000 per kg
  • Harga daging ayam: Rp 40.000 - 46.000 per kg

Upaya Pemerintah Tekan Harga Pangan

Wakil Menteri Koordinator Bidang Pangan, Hanif Faisol Nurofiq di Pasar Tebet Timur, Jakarta, Senin (10/7/2026). (Foto: Liputan6.com/Arief RH).

Pemerintah menyusun strategi pengendalian harga pangan yang mengalami kenaikan pada beberapa jenis komoditas. Langkah bantuan pangan hingga evaluasi dampak kekeringan bakal dilakukan secara bersamaan.

Wakil Menteri Koordinator Bidang Pangan, Hanif Faisol Nurofiq, mengaku terus memantau perkembangan harga di pasaran. Salah satu cara meringankan masyarakat sekaligus instrumen pengendalian harga yakni melalui sebaran bantuan pangan.

"Saya rasa kondisi hari ini masih terus kita pantau, ya. Jadi bantuan ini, bantuan pangan hari ini juga digelontorkan paling tidak dalam dua bulan ke depan, harapan kita untuk bisa menekan harga," kata Hanif di Hotel Mandarin Oriental, Jakarta, Kamis (24/9/2026).

Sejalan dengan itu, pemerintah tengah menghitung ulang ketahanan pangan dari komoditas yang diproduksi di Tanah Air, terutama setelah mengalami dampak dari kemarau El Nino.

Hanif memastikan sederet cara akan dibahas dalam rapat koordinasi terbatas (rakortas) untuk mencari solusi persoalan pangan, termasuk mengantisipasi kenaikan harga.

"Hari ini sedang dievaluasi secara detail. Kalau memang ada lonjakan harga yang tidak bisa dikendalikan, maka akan diambil langkah-langkah yang diperlukan di sini. Jadi ini sekali lagi untuk kepentingan bangsa, tidak ada niat lain," beber dia.

 

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya