Liputan6.com, Jakarta - Apakah Dogecoin Mati?
Tidak, Dogecoin (DOGE) belum mati. Token ini diperdagangkan di sekitar US$ 0,097, lebih tinggi dibandingkan level awal tahun, dan dalam beberapa pekan terakhir menunjukkan penguatan teknikal.
Advertisement
Dikutip dari CoinMarketCap, Senin (28/9/2026), DOGE berhasil kembali berada di atas moving average 50 hari dan menembus level resistensi yang sebelumnya menahan pergerakannya selama berminggu-minggu.
Dogecoin kini memiliki dua produk ETF di Amerika Serikat, tetap masuk 10 besar aset kripto berdasarkan kapitalisasi pasar, serta secara resmi diklasifikasikan sebagai komoditas digital oleh SEC pada Maret 2026.
Namun, ada persoalan struktural. Nilai investasi Dogecoin masih sangat bergantung pada kekuatan merek, likuiditas yang tinggi, dan gelombang spekulasi. DOGE belum memiliki peta pengembangan aktif atau narasi utilitas yang sekuat sejumlah kripto besar lainnya.
DOGE saat ini berada di sekitar US$ 0,097 setelah menembus pola teknikal selama beberapa pekan. Volume perdagangan bahkan sempat melonjak 309% dalam satu sesi.
Mengapa Dogecoin Disebut Mati?
Pertanyaan apakah DOGE sudah mati kembali muncul setiap kali harga Dogecoin mengalami tekanan. Ada alasan di balik anggapan tersebut.
Dogecoin sejak awal lebih banyak bergerak berdasarkan sentimen dan popularitas viral dibandingkan fundamental seperti pendapatan atau pengembangan aktif. Sepanjang beberapa periode pada 2026, minat pencarian, aktivitas media sosial, dan arus investor baru juga turun dibandingkan siklus sebelumnya.
Meski demikian, pergerakan harga terbaru menunjukkan kondisi yang lebih positif. DOGE berhasil menembus pola falling wedge, kembali di atas moving average 50 hari, serta melewati resistensi sekitar US$ 0,095 dengan volume yang kuat.
Dogecoin juga masih masuk jajaran 10 besar kripto berdasarkan kapitalisasi pasar dan memiliki likuiditas tinggi di bursa-bursa utama.
Selain itu, DOGE kini memiliki dua produk ETF yang teregulasi di AS. REX-Osprey DOGE ETF diluncurkan pada September 2025, sedangkan 21Shares TDOG ETF mulai diperdagangkan di Nasdaq pada Januari 2026.
Pada Maret 2026, SEC juga mengklasifikasikan Dogecoin sebagai komoditas digital.
Tantangan Dogecoin Menuju US$ 1
Penerimaan Dogecoin juga terus berkembang. DOGE telah diterima sejumlah perusahaan, termasuk untuk transaksi mikro dan pemberian tip. Tesla menerima Dogecoin untuk pembelian merchandise, sementara AMC Theatres juga mendukung penggunaannya.
Buenos Aires bahkan mulai menerima DOGE untuk pembayaran pajak pada Juli 2025.
Meski demikian, persoalan utama Dogecoin bukan lagi soal bertahan hidup, melainkan kemampuan mencatat kenaikan harga yang berkelanjutan.
Sekitar 5 miliar DOGE baru masuk ke peredaran setiap tahun melalui imbalan penambangan. Kondisi ini menjadi tantangan karena pertumbuhan harga membutuhkan permintaan spekulatif yang cukup besar untuk menyerap tambahan pasokan tersebut.
Setiap reli DOGE pada 2026 sebelum penguatan terbaru juga gagal menciptakan level tertinggi baru yang signifikan.
Salah satu katalis terbesar yang masih dinantikan adalah kemungkinan integrasi DOGE dengan sistem pembayaran X, yang kerap disebut X Money. Jika terealisasi, integrasi tersebut berpotensi memberikan utilitas peer-to-peer yang lebih nyata bagi DOGE.
Namun, hingga pembaruan ini dibuat, integrasi tersebut masih berupa kemungkinan dan belum menjadi fitur yang dikonfirmasi atau telah beroperasi.